KBR, Jakarta - Mabes Polri tengah memeriksa 10 orang yang diduga menjadi provokator dalam aksi 4 November 2016 kemarin. Menurut Juru bicara Polri Boy Rafli Ammar, sepuluh orang yang ditahan dan tengah diperiksa itu berasal dari luar Jakarta, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kata dia, pemeriksaan selama 1x24 jam akan dilakukan untuk mengetahui apakah ada ada dugaan pelanggaran hukum ataukah tidak.

"Tadi malam dan hingga saat ini masih diperiksa, diduga provokator, jumlah ada 10 yang masih diperiksa usia 16 hingga 31 tahun. Mereka dari orang-orang ada dari daerah NTB, luar Jakarta, Pulau Jawa, bisa jadi pendatang sama-sama hadir. Mereka, masih diambil keterangan, nanti dilihat 1x24 jam ada unsur pidana atau tidak," ungkap Boy Rafli di Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Dugaan awal, kata Boy, polisi menemukan kelompok-kelompok tertentu akan membuat kerusuhan. Hal tersebut ditunjukkan melalui gerak gerik kelompok dan rekaman yang dimiliki kepolisian.

"Kami berterima kasih ke alim ulama untuk meredam, ada kelompok ingin damai, ada juga yang ingin rusuh, ini dari baju sudah keliatan, ulama atau tidak dan dari rekaman gambar," katanya.

Baca juga:

Juru Bicara Mabes Polri Boy Rafli menambahkan, satu orang dari demonstran dinyatakan tewas dalam aksi tersebut. Namun kematian tersebut tak terkait aksi unjuk rasa melainkan penyakit yang diderita orang tersebut.

"Info meninggal dunia, sebelumnya sakit asma di RSPAD, masih dicari tahu dimana titik awal, memang benar satu orang meninggal di rumah sakit, informasi berkaitan penyakit sebelumnya," jelasnya.

Dalam aksi tersebut 100 polisi menjadi korban terluka, 5 anggota TNI dan seorang anggota pemadam kebakaran menjadi korban.

"Ada dirawat di RS Budi Kemuliaan, berkaitan gas air mata, dari anggota polisi luka-luka total 100 orang. 79 anggota diluar rawat inap, rawan jalan. Sedangkan di RSPAD ada 2 anggota kita, TNI 5, petugas Damkar satu," ungkapnya.

Baca juga: Pendemo Sasar Rumah Ibu Jokowi di Solo




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!