Aksi 4 November, pengunjukrasa membawa atribut bendera HMI tengah melempari aparat dengan botol. (Foto: KBR/Randyka W.)

KBR, Jakarta- Ribuan pengunjukrasa menerobos kawat berduri polisi yang dipasang di sekeliling Istana Negara. Kawat berduri yang berhasil diterobos berada di depan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan sebelah Barat Istana Negara.

Saat ini aparat kepolisian tengah berhadap-hadapan langsung dengan massa aksi di dua tempat tersebut.

Sempat terjadi insiden pengusiran terhadap para wartawan yang meliput di sebelah Barat Istana. Massa aksi menolak diliput karena telah menerobos barikade aparat. Sebagian besar dari mereka terlihat masih remaja.

"Masa kita (wartawan) diusir dibilang kafir," keluh salah seorang wartawan, Jumat sore (04/11).

Mereka merangsek masuk hingga di berada depan pagar Istana Negara bagian Barat. Di belakang Brimob yang menghalau terdapat aparat militer yang berjaga. Sedangkan di dalam pagar Istana terdapat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) bersenjata lengkap.

Saat ini tengah berlangsung orasi dari beberapa tokoh. Di antaranya terdapat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, musisi Ahmad Dhani, putri Eks Presiden Soekarno, Rahmawati Soekarno Putri dan para ulama.

Mereka berorasi di atas mobil bak terbuka. Terlihat Panglima Kodam Jaya Teddy Laksamana dan Kapolda Metro Jaya M. Iriawan yang juga turut naik di mobil bak menyambut demonstran.

Mereka mendesak bertemu Presiden Joko Widodo. Sedangkan saat ini Presiden Jokowi sedang berada di Tangerang, Banten. Saat Rizieq Shihab bertanya kepada demonstran apakah mau ditemui oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, massa aksi menolak sambil melambaikan tangan ke atas. Terdengar berkali-kali suara takbir maupun sholawat dari kerumunan.

Hingga berita ini diturunkan aksi 4 November masih relatif aman. Sempat terjadi aksi lempar botol minuman plastik di kerumunan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Massa HMI juga melempar tongkat bambu maupun batu kecil. Namun kondisi saat ini berangsur  reda.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!