Foto: Randyka Wijaya/KBR


KBR, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta Kepolisian Indonesia segera mengungkap dalang di balik kerusuhan aksi demonstrasi yang terjadi Jumat (4/11/2016) malam lalu. Ia menyayangkan aksi yang dari semula berlangsung damai kemudian berujung rusuh di malam harinya. 


"Memang kita sayangkan menjelang isya kemudian terjadi insiden kerusuhan, mudah mudahan aparat penegak hukum kita bisa mendalami dan mengungkap siapa yg melakukan hal-hal. Tapi secara keseluruhan kita melihat sejak awal sampai magrib aksi itu tak ada kerusuhan atau hal yg mengusik dan mengganggu," tambahnya.

Meski demikian, menurut Lukman, pihaknya tidak  akan mengirimkan saksi ahli untuk memberikan keterangan dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemerintah tidak memiliki kapasitas apapun dalam kasus yang tengah ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri tersebut.

"Itu sangat berpulang pada Kepolisian, tapi ini perlu diketahui Kemenag tak dalam posisi untuk bisa berikan saksi dari sisi keahlian. Saksi ahli dimintai keterangan sesuai keahliannya, keahliannya apa tentu ahli agama dan ahli bahasa. Jajaran kemenag tak memenuhi kualifikasi itu kemenag bukan ahli bahasa ataupun ahli agama," ujarnya kepada wartawan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Kata dia, yang paling berhak dan memiliki kapasitas dalam memberikan keterangan dalam kasus ini adalah ulama dan ahli bahasa. Oleh karena dia mengimbau kepada pelapor untuk mencari dan mendatangkan sendiri ahli di kedua bidang tersebut dari pihak luar.

"Ahli agama silakan tanya ke ulama dan tokoh agama, karena Kemenag kan pemerintah," ucapnya.

Baca: Bentrok Depan Istana, Presiden Tuding Aktor Politik

Sebelumnya, pada aksi demonstrasi  Bela Islam yang dilakukan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menuntut penuntasan kasus penistaan agama Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sempat terjadi kericuhan.

Padahal aksi Bela Islam dari siang hari hingga petang, berjalan sesuai rencana, yakni dilaksanakan dengan tertib dan damai. Aksi berubah sejak pukul 19.00 WIB, kericuhan terjadi antara aparat keamanan dan massa aksi. Akibatnya, dua buah mobil polisi dibakar massa.

Baca juga: Kapolri: Presiden Minta Gelar Perkara Kasus Ahok Dibuka ke Publik


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!