Dari kiri: Afrizal Malna (Ketua Komite Teater DKJ), Irawan Karsen (Ketua PH DKJ), Zenhae (Kurator Arsip Teater), Gandung Bondowoso (Kurator Teater), dan Supriyatin SY (Kepala Bidang Sumber Daya Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI) saat

KBR, Jakarta- Festival Teater Jakarta (FTJ) kembali diselenggarakan tahun ini. Festival yang berawal dengan nama Festival Teater Remaja Jakarta pada 1973, untuk tahun ini akan diikuti 26 grup teater.

Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta Afrizal Malna mengatakan, FTJ 2016 hadir dengan tema ://TRANS><ISI// dari bahasa pemograman komputer yang berarti "transisi."

"Tema ‘Transisi’ diambil sebagai upaya untuk melepas batas antara tradisi dan modern. Dalam konteks sejarah seni pertunjukan Indonesia, pelaku seni pertunjukan teater sering kali terjebak dalam pemilihan bentuk teater yang ekstrem" katanya dalam konferensi pers gelaran FTJ 2016 di Galery Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Acara ini akan diselenggarakan selama 19 hari, dari tanggal 21 November hingga 9 Desember 2016.

Selain menggelar pertunjukan Teater, FTJ 2016 juga akan menampilkan beragam karya seperti lokarya sensor gerak, seni pertunjukan fotografi, seni pertunjukan jurnalisme, riset teater melalui media mural, program kuratorial, pasar seni, dan pameran diskusi arsip.

"Ini merupakan terobosan baru bagi FTJ yang berusaha mengangkut kerja lintas media dan keberagaman sudut pandang dalam melihat media teater," kata Afrizal.

Menurut Afrizal, FTJ saat ini belum bisa beranjak dari anggapan masyarakat bahwa festival Teater Jakarta hanya sekedar sebagai lomba. "Kami ingin FTJ lebih dari sekedar lomba. Diharapkan kelompok teater yang tampil bisa memposisikan diri sebagai sebuah seni pertunjukan yang mampu merespons kondisi lingkungannya," ujar Afrizal.

Sementara itu Gandung Bondowoso, Kurator Teater FTJ mengatakan, visi Dewan Kesenian Jakarta untuk mengubah citra orientasi Festival Teater Jakarta dianggap belum dapat merespon kebutuhan masyarakat secara luas.

"FTJ belum sanggup merespon lingkungan. Yang dibutuhkan masyarakat dari Teater itu apa? Untuk kedepannya, kita akan melakukan diskusi dan riset secara konsisten untuk menjawab pertanyaan tersebut," ujar Gandung dalam acara yang sama.

Terkait kegiatan FTJ, pihak pemprov DKI Jakarta menyambut baik acara itu. Kepala Bidang sumber Daya Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Supriyatin, mengatakan instansinya sangat mendukung berbagai kreativitas seni melalui Anggaran pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Bukan hanya FTJ, kamu juga mendukung kegiatan teater lain, diantaranya Festival Teater SMA dan Festival Teater Anak. Melalui Unit pelaksana Pusat Pendidikan Seni Budaya, kami bekerja sama dengan para seniman untuk melakukan pelatihan-pelatihan bidang teater," kata Supriyatin.

FTJ diselenggatakan oleh Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta dan didukung oleh pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan kebudayaan.

Editor: Dimas Rizky 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!