Usai Dilantik, Anies-Sandi Gelar Pesta Rakyat

Anies meminta peserta pesta rakyat tak membawa umbul-umbul, spanduk, poster

Jumat, 13 Okt 2017 19:11 WIB

Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said (kiri) menyerahkan hasil kerja tim sinkronisasi pada pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan (tengah) dan Sandiaga Uno di Jakarta, Jumat (13/10). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan menyebut akan ada pesta rakyat setelah pelantikan pada 16 Oktober di Istana Negara. Anies mengatakan, pesta rakyat tersebut berlangsung di Balai Kota Jakarta, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

"Pesta rakyat berjalan juga di sekitar Balai Kota. Karena itu kepada semua yang hadir, kami harapkan datang tanpa membawa umbul-umbul, spanduk, poster karena kampanye sudah selesai. Ini adalah masa kita berdoa bersama, ikhtiar sudah kita lakukan, mari kita berdoa untuk bisa menjalankan tugas dengan baik," kata Anies di Posko Kemenangan Anies-Sandi, Jalan Tirtayasha, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/10).

Setelah dilantik Anies berjanji  meneruskan kebiasaan Gubernur sebelumnya  langsung bertemu warga untuk mendengarkan keluhan.

Anies Baswedan juga berencana menempati rumah dinas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

"Kami akan berencana menempati rumah dinas, jauh lebih memudahkan bagi kami karena tempat saya yang sekarang ini berada di (Jakarta) Selatan dan lebih efisian. Kalau di tengah lebih mudah kemana-mana jadi jauh lebih efisien. Waktu kapan pindahnya, nanti saya lihat. Kita fleksibel. Saya belum masuk rumah dinas, jadi belum tahu kapan akan ditempati. Nanti tanggal 17 kita liat," kata Anies.

Sebelumnya, berbeda dengan Anies, Wakil Gubernur terpilih Sandiaga Uno yang tinggal di Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengaku enggan menempati rumah dinas.  Alasannya, Sandi menyebut anaknya masih sekolah di kawasan Jakarta Selatan. Selain itu, tinggal di kediaman sendiri membuatnya lebih memudahkan mobilitas keluarganya.

Program

Tim Sinkronasi Anies-Sandi menyimpulkan bahwa program Down Payment (DP) nol rupiah tidak akan berjalan tahun ini. Ketua Tim Sinkronasi Sudirman Said mengatakan, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, membutuhkan regulasi untuk memulai program tersebut.

Regulasi-regulasi tersebut, Sudirman mengatakan, berkaitan dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia. Sebab, dua lembaga tersebut sempat menyebut bahwa DP harus tetap ada.

"DP 0 rupiah programnya sudah disiapkan, tapi kita membutuhkan dukungan regulasi. Kita mesti bicara dengan otoritas keuangan bicara dengan OJK, BI. Itu sudah kita mulai. Tadi kan Pak Anies mengatakan ada program yang segera bisa mulai fisiknya, ada juga yang persiapan-persiapan. Kita sih berharap tahun depan sudah dimulai, tapi tahun ini kan memerlukan persiapan regulasi," kata Sudirman di Posko Kemenangan Anies-Sandi, Jalan Tirtayasha, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat.

Sementara, Anies   hanya mengatakan, untuk saat ini, pertanyaan soal program sama seperti yang sebelumnya ia kampanyekan.

"Nanti semua saya jelaskan langkah-langkah yang sudah kita buat di semua program dan kalau ada yang tanya sikap kita, adalah yang tertulis dalam kampanye," ujarnya.

Pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies menawarkan sejumlah janji. Salah satu janjinya adalah program DP 0 rupiah. Anies merencanakan program ini dalam rangka mengatasi masalah kepemilikan hunian sebagian besar warga Jakarta, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.

Sedangkan terkait reklamasi di teluk Jakarta,  Ketua Tim Sinkronisasi Sudirman Said mengatakan masih  akan melakukan kajian secara komperhensif yang mencakup sejumlah aspek penting.

"Reklamasi kita direkomendasinya jelas, akan ada kajian secara lebih konperhensif terhadap yang sudah dikerjakan baik secara fisik maupun dokumentasi. Kita akan kaji aspek hukum, aspek lingkungan, aspek ekonomi, sampai kemanfaatan publik," ujar Sudirman Said usai memberikan laporan hasil kerja timnya kepada Anies-Sandi di Posko Kemenangan Anies-Sandi, Jalan Tirtayasa II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sudirman mengatakan   tidak bisa menyimpulkan sikap yang bakal diambil oleh Anies-Sandi. Ia mengatakan, Tim Sinkronisasi menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada Anies-Sandi.

"Tidak mungkin menyimpulkan sekarang, biar sampai pak Anies dan Sandi duduk sebagai pemimpin Jakarta. Karena kan mesti dilihat betul apa yang terjadi di dalamnya," ujarnya.

Anies juga enggan   berkomentar mengenai hal tersebut. Namun ia berjanji, kalau   sudah resmi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta  akan menjelaskan semuanya.

"Nanti soal itu semuanya saya jelaskan setelah bertugas. Saya tidak mau ikut menilai, saya mau siap-siap dulu tanggal 16," kata Anies.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi