Survei SMRC, Kepuasan Pada Kinerja Jokowi Naik Tipis

Jokowi dinilai memiliki modal politik lebih baik dari saat SBY hendak maju kali kedua mengikuti Pilpres.

Kamis, 05 Okt 2017 19:21 WIB

Joko Widodo saat dilantik sebagai presiden. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Hasil jajak pendapat Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan  68% responden puas. Angka itu naik  dari survei SMRC pada Juni lalu yang menunjukkan tingkat kepuasan  mencapai 67%.

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan mengatakan pemenuhan kebutuhan pokok menjadi pekerjaan rumah pemerintahan Jokowi-JK.

“Yang menjadi pekerjaan rumah dalam masa Jokowi adalah mengenai ekonomi yang langsung menyentuh rakyat. Seperti kebutuhan rumah tangga terutama bahan-bahan pokok masih dinilai kurang. Masyarakat menilai persoalan ini 42% lebih berat ke depannya, dan hanya 16% yang menilai sebagai persoalan ringan,” kata Djayadi di kantor SMRC, Kamis (05/10).

Survei yang digelar SMRC menunjukkan sejak pertengahan 2016 tingkat kepuasan atas kinerja Presiden Jokowi cenderung stabil di atas 60%.

Menurut SMRC bila dibandingkan dengan jelang Pilpres di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009, maka kepuasan pada Jokowi lebih tinggi. Kepuasaan pada kinerja SBY pada September 2006 sebesar 69%. Setahun kemudian turun cukup besar  menjadi 58%.

Sedangkan Jokowi, pada tahun lalu sebesar 69% dan September ini turun tipis menjadi 68%. Menurut SMRC modal politik Jokowi lebih baik dari saat SBY hendak maju kali kedua mengikuti Pilpres.

Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Rencana Pembentukan Densus Tipikor Ditunda

  • Kuburan Massal Korban Tragedi 1965 Jadi Pekerjaan Baru Komisioner Komnas HAM yang Baru
  • Hampir Seribuan Nelayan Aceh Utara Masih Pakai Pukat Dorong
  • AS, Jepang, Korsel Mulai Latihan Rudal Antisipasi Korut