Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

"Sebagai kepala pemerintahan, kepala negara, panglima tertinggi angkatan darat, laut dan udara saya ingin perintahkan kepada bapak/ibu/saudara-saudara sekalian, fokus kepada tugas masing-masing."

Senin, 02 Okt 2017 18:55 WIB

Presiden Jokowi memberikan arahan pada sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/10) siang. (Sumber: Setkab)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya agar tidak melakukan tindakan yang menimbulkan kegaduhan dan kontroversi di tahun politik. Jokowi menginstruksikan agar seluruh menteri dan kepala lembaga untuk fokus pada tugas dan pekerjaan masing-masing. Dengan tegas, Jokowi menekankan kedudukannya sebagai kepala pemerintahan, kepala negara juga panglima tertinggi TNI.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan arahan di hadapan seluruh menteri dan kepala lembaga pada sidang kabinet paripurna di Istana Negara.

"Sekali lagi, sebagai kepala pemerintahan, kepala negara, panglima tertinggi angkatan darat, laut dan udara saya ingin perintahkan kepada bapak/ibu/saudara-saudara sekalian, fokus kepada tugas masing-masing. Terus bekerja sama, bersinergi. Jaga stabilitas politik, stabilitas ekonomi. Tingkatkan kinerja-kinerja kita, prestasi-prestasi kita dalam mendukung semua program yang berkaitan dengan pembangunan negara kita," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Jokowi memerintahkan agar setiap persoalan yang muncul antarkementerian atau lembaga ditangani dan diselesaikan secara berjenjang. Ia melarang para pembantunya mengeluarkan pernyataan maupun melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat.

"Politik harus kondusif. Oleh sebab itu, jangan bertindak dan bertutur kata yang membuat masyarakat khawatir dan bingung,"

"Semuanya permasalahan antarlembaga, antarkementerian selesaikan secara kondusif, bahas di tingkat Menko. Di tingkat Menko belum selesai ke pak Wapres, masih belum selesai bisa ke saya," ujar Jokowi.

Sebelumnya pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di pertemuan pensiunan petinggi militer menjadi viral di media sosial. Pasalnya panglima menyampaikan ada  instansi nonmiliter yang mengimpor 5000 senjata ilegal.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.