Panglima Ditolak Masuk Amerika, Mabes: Tunggu Perintah Presiden

Belum ada penjelasan penyebab Panglima TNI Gatot Nurmantyo sempat dilarang masuk wilayah Amerika Serikat

Senin, 23 Okt 2017 13:58 WIB

Ilustrasi: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan paparan pada kegiatan diskusi yang digelar oleh Fraksi PKS DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/9). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Panglima TNI Gatot Nurmantyo menunggu perintah dari Presiden, untuk berangkat ke Amerika Serikat. Hal ini menyusul dicabutnya larangan terhadap Gatot oleh Pemerintah Amerika Serikat. Juru Bicara TNI, Wuryanto menjelaskan, kunjungan Gatot ke Amerika sebagai perwakilan dari Pemerintah Indonesia.

Undangan tersebut kata Wuryanto, merupakan pertemuan dengan sejumlah panglima angkatan bersenjata se-Asia Pasifik, hari ini.

"Jenderal Gatot Nurmantyo diundang atas nama Panglima TNI. Berarti atas utusan, atau mewakili Pemerintah Indonesia. Jadi harus ada penjelasan dulu. Kenapa kemarin ada larangan? Jadi berangkatnya ke sana atas perintah Presiden Joko Widodo," kata Wuryanto kepada KBR, Senin (23/10).

Wuryanto menambahkan, pertemuan tersebut merupakan pertemuan rutin. Pada pertemuan tahun lalu, konferensi tersebut diikuti oleh 43 panglima angkatan bersenjata atau yang mewakili dari berbagai negara. Konferensi itu adalah pemahaman bersama mengenai bahaya terorisme dan juga memperkuat kerja sama.

Pemerintah Indonesia mendesak Amerika Serikat memberikan penjelasan atas penolakan terhadap Panglima TNI. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menyampaikan desakan ini saat bertemu Wakil Duta Besar AS Erin Elizabeth McKee pagi ini, (pukul 07.45 WIB di Kementerian Luar Negeri).

Menurut Retno, Erin belum bisa memberikan klarifikasi lantaran masih berkoordinasi dengan otoritas terkait di Amerika. Kata dia, Amerika harus menyampaikan jawaban yang jelas apabila memang mengakui Indonesia sebagai mitra strategis.

"Mereka menyampaikan bahwa saat ini mereka masih terus berkoordinasi dengan otoritas-otoritas terkait di AS untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jadi mereka tadi menyampaikan bahwa ini Washington masih minggu malam. Tapi saya sampaikan bahwa ada urgensi bahwa pemerintah Indonesia ingin mendapatkan penjelasan dan klarifikasi. Karena sekali lagi saya merujuk apa yang mereka sampaikan, saya menganggap Indonesia adalah mitra baik. Kita memiliki strategic partnership. Indonesia dinilai sebagai negara penting tetapi ada kejadian seperti ini yang memang memerlukan klarifikasi," kata Retno usai lapor kepada Presiden Joko Widodo di Istana, Senin (23/10/2017).

Retno menambahkan, Wakil Dubes Amerika Erin Elizabeth MacKee menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf atas insiden ini. Erin juga membenarkan Panglima TNI  Gatot Nurmantyo dan rombongan ke negeri Paman Sam atas undangan Panglima Militer AS Jenderal Joseph Dunford. Ia menjamin larangan telah dicabut dan Panglima Gatot disambut baik di Amerika.

"Mereka bilang, kami sangat menyambut baik kunjungan dan tidak ada pembatasan dalam bentuk apapun dan terhadap keinginan dari Jenderal Dunford untuk berkomunikasi dengan Panglima dan mereka saat ini sedang mengatur komunikasi tersebut," tutur Retno.

Di Parlemen, Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR TB Hasanuddin  mempertanyakan alasan pemerintah Amerika Serikat(AS) menolak rencana kunjungan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Ia meminta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri memprotes keras sikap itu jika nantinya penjelasan AS tidak memuaskan.

"Satu hal yang sangat kita sesalkan. Undangan disampaikan kepada Panglima TNI, visa izin masuk sudah diberikan. Tiba-tiba di tengah jalan dinyatakan tidak diizinkan masuk ke teritori Amerika. Mengapa ada perubahan mendadak?" Tanya  Hasanuddin di DPR, Senin(23/10).

Meski AS sudah meminta maaf melalui kedutaan besarnya, namun menurut Hasanuddin pernyataan itu masih normatif. Pemerintah AS belum menjelaskan alasan penolakan itu.

Dia mengatakan ada banyak kemungkinan alasan AS menolak Panglima TNI. Sebelumnya Menkopolhukam Wiranto, Prabowo Subianto, bekas Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga pernah mengalami hal serupa. Namun ketiganya saat itu ditolak karena diduga melanggar HAM berat dan melakukan kejahatan perang.

"Imigrasi itu kan hanya berdasarkan perintah pemerintahnya. Bisa macam-macam. Termasuk di dalamnya ada pertimbangan intelijen dan lain-lain."

Pekan lalu, Panglima TNI Gatot NUrmantyo semestinya berangkat ke Amerika untuk memenuhi undangan Kepala Staf Gabungan AB Amerika Joseph Dunford. Namun saat hendak berangkat, pihak Custom and Broder Protection AS menginformasikan larangan bagi Gatot memasuki wilayah AS.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Anas Urbaningrum Jadi Saksi Sidang e-KTP

  • Wasekjen Golkar: Ketua Umum Selanjutnya Sebaiknya Tidak Rangkap Jabatan
  • Ratusan Penumpang KA Jalur Selatan Diangkut Bus akibat Longsor Garut
  • Warga AS Eks Tahanan Korut Ditemukan Tewas Terbakar