KPK Geledah Rumah Eks Bupati Konawe Utara

Penggeledahan di sejumlah lokasi dilakukan KPK sejak Jumat lalu.

Senin, 02 Okt 2017 21:53 WIB

Personel kepolisian di kediaman mantan bupati Konawe Utara Aswad Sulaeman di Jln Lumba Lumba, Kota Kendari. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan penyidiknya melakukan penindakan di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra). Juru Bicara KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, penyidik  menggeledah di beberapa tempat hingga saat ini sejak Jumat pekan lalu.

Priharsa  masih enggan menjelaskan lebih lanjut dalam  kasus apa penindakan dan dimana saja penggeledahan itu dilakukan.

"Nah ini mohon maaf ya jadi sampai dengan malam ini yang bisa dikonfirmasi adalah bahwa benar tim penindakan KPK sedang melakukan kegiatan di sana. Berkaitan dengan penanganan perkara, detilnya nanti akan disampaikan dalam waktu dekat.(Berapa lokasi yang digeledah?)  Detailnya dalam waktu dekat. Mengenai kegiatannya apa juga besok," ujarnya kepada wartawan di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (02/10).

Sebelumnya Juru Bicara Polda Sultra, Sunarto mengatakan petugas KPK mengeledah rumah eks  Bupati Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) Aswad Sulaiman. Kata dia, tim KPK juga telah meminta pengawalan dari Polda Sultra sebelum melakukan penggeledahan di rumah Aswad Sulaiman. Namun dia juga enggan menjelaskan lebih lanjut soal terkait apa penggeledahan dilakukan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR Tetapkan Tujuh Anggota Komnas HAM

  • Polisi Masih Dalami Politikus Penyandang Dana Saracen
  • DKI Ubah Trayek Angkutan Umum demi Program OK-OTRIP
  • Tidak Ada Logo Palu Arit di Spanduk Yang Digunakan Warga Demo Tolak Tambang Emas