Jadi Utusan Khusus Presiden, Ini Pesan Jokowi Pada Ketua Dewan Pertimbangan MUI

Jokowi meminta Din Syamsuddin mengembangkan dialog dan mempromosikan kerukunan antaragama

Senin, 23 Okt 2017 19:15 WIB

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Mensesneg Pratikno (kiri) mempersilakan mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (kanan) menyampaikan keterangan mengenai penunjukan dirinya sebagai utusan khusus presiden, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengangkat Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI)   Din Syamsuddin sebagai utusan khusus dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban (special envoy for interfaith and intercivilization dialogue and cooperation). Pengangkatan ini ditetapkan melalui keputusan presiden.

Kepada Din, Jokowi mengamanahkan tugas untuk mengembangkan dialog dan mempromosikan kerukunan antaragama di dalam maupun di luar negeri. Jokowi menampik pengangkatan eks  Ketua Muhammadiyah ini dalam rangka menyikapi fenomena ketegangan antarumat beragama di Indonesia.

"Kepada beliau saya memberikan tugas untuk mengembangkan dialog dan kerja sama antaragama baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dengan mempromosikan kerukunan antaragama yang ada di Indonesia. Mengembangkan dialog dan kerjasama antaragama dan antarperadaban dengan mempromosikan kebudayaan dan peradaban indonesia yang berdasarkan Pancasila," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/10/2017).



Jokowi menambahkan, tugas utusan khusus ini juga untuk merespon isu-isu perdamaian di dunia internasional. Seperti permasalahan konflik di Timur Tengah dan Rohingya.

"Di luar negeri saya kira malah banyak tugas-tugas kita yang diharapkan oleh negara lain, masalah yang berkaitan dengan Afghanistan, Palestina, bisa masuk ke Rakhine state, Rohingya misalnya."

Jokowi menjelaskan alasan mengangkat Din sebagai utusan khusus, lantaran telah memiliki pengalaman memimpin konferensi agama untuk perdamaian di tingkat Asia dan dunia. Jokowi mengaku harus membujuk Din karena sempat merasa ragu-ragu untuk menerima posisi ini.

"Beliau ini sudah menjalankan, tidak mencari-cari lagi, sudah ada fondasi yang kuat. Sudah jelas kan, sudah konkret. Meskipun pada awalnya beliau ragu-ragu, ya saya sampaikan ini untuk kepentingan negara dan bangsa. Akhirnya beliau setelah 2 minggu, beliau bisa, menerima apa yang kita minta."

Din Syamsuddin mengatakan menerima tugas ini sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara sesuai amanat konstitusi. Ia akan memulai dari membangun kerukunan antarumat beragama di dalam negeri. Lebih khusus, ia ingin mempromosikan Islam jalan tengah yang menjadi rahmat semesta alam.

"Maka kerukunan antarumat beragama, antarkelompok di tanah air, ini menjadi modal yang perlu kita sebarkan di dunia sekarang ini. Khususnya Islam yang dirindukan dunia, Islam dari Indonesia yang bertumpu pada washatiyah, pada jalan tengah dan sekaligus islam yang rahmatan lil alamin, ini sangat ditunggu," ujar Din.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Konsultasi Tahunan RI-Malaysia, Jokowi Minta Pendidikan Anak Buruh Migran Diperhatikan

  • Jalur Bandung Longsor, Perjalanan KA Dialihakn Melalui Cirebon
  • Bangkai Kapal Jepang Ditemukan, Kondisi 5 WNI Tak Diketahui
  • Gilas Celtic 7-1, PSG Ukir Rekor Baru di Liga Champions