Freeport Tolak Skema Divestasi, Ini Kata Jokowi

Jokowi telah memerintahkan menterinya segera bertemu dengan Freeport

Kamis, 05 Okt 2017 20:09 WIB

Ilustrasi: tambang Freeport di Papua (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo yakin perundingan dengan PT Freeport soal divestasi saham bakal memuaskan semua pihak. Ini disampaikan Jokowi  menanggapi surat penolakan Freeport tentang skema divestasi yang ditawarkan pemerintah.

Jokowi telah memerintahkan jajaran menteri terkait   segera bertemu dengan Freeport guna menuntaskan perundingan yang telah berlangsung selama tiga tahun ini.

"Nanti ketemu tim kita, Menteri ESDM, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Menko Kemaritiman dalam satu tim nanti akan bertemu. Namanya negosiasi alot ya biasa. Sudah tiga tahun kok kita ini otot-ototan masalah negosiasi itu. Dan ini hampir final. Saya yakin win-win lah, akan selesai," kata Jokowi di Serang, Jawa Barat, Kamis (5/10/2017).

Sementara, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan menyatakan Freeport sepakat melepas 51 persen sahamnya. Namun, perusahaan Amerika ini keberatan dengan periodisasi pelepasan saham yang ditawarkan pemerintah. Luhut sebelumnya pernah menyatakan divestasi saham harus tuntas pada 2019.

"Siapa yang menolak? Saya kira 51 persen itu, itu sudah oke, yang jadi isu kan terms of 51 persen itu berapa lama sih, kapan sih? itu bisa diomongin. Memang tadinya mau berunding, kan belum final. Bahwa kapan 51 persennya itu, itu aja yang tinggal diomongin, apakah lima tahun, apakah 10 tahun dari sekarang. Harus ada target. Kapan itu 51 persen, itu menjadi diskusinya apakah itu 2021 atau lebih lambat lagi, nanti ya kita lihat," kata Luhut usai menghadiri acara UNDP di Jakarta Pusat, Rabu (4/10/2017).

Menteri Keuangan Sri Mulyani enggan berkomentar tentang sikap Freeport. Ia beralasan saat ini proses negosiasi sedang berlangsung.

"Karena kita sedang melakukan negoisasi saya tidak memberikan (pernyataan) dulu, supaya tidak sepotong-sepotong agar tidak menimbulkan pemahaman yang agak membingungkan bagi semua pihak," ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/10).

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

MA: Praperadilan Tak Gugur Selama Dakwaan Belum Dibacakan

  • Selain Praperadilan, KY Juga Pantau Sidang Novanto di Pengadilan Tipikor
  • Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Cilacap Alami Peningkatan
  • Kongres Sepakat Perpanjang Darurat Militer Mindanao