Ilustrasi (Rony Sitanggang)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo bakal menandatangani Peraturan Presiden sebagai payung hukum dibentuknya tim Saber Pungli atau Sapu Bersih Pungutan Liar dalam waktu dekat. Menteri Sekertaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan, draf Perpres sebagai payung hukum satgas tersebut saat ini sudah rampung.

Kata dia, karena Presiden Jokowi tengah melakukan kunjungan kerja sejak pekan lalu, maka draf tersebut belum sempat ditandatangani.

"Mudah-mudahan besok hal yang berkaitan dengan Pepres Saber Pungli segera bisa ditandatangani oleh bapak Presiden. Karena memang ini hanya persoalan waktu karena beliau hampir 1 minggu ini ada di luar kota sehingga dengan demikian hal itu belum bisa ditandatangani, tapi sudah siap untuk dilaksanakan. Mengenai siapa, bagaimana, nanti kami akan sampaikan setelah ditandatangani oleh presiden," ujarnya kepada wartawan di Kantor Setkab, Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/20).

Meski belum ditandatangai Presiden payung hukumnya, kata dia, tim yang bertugas menyelesaikan persoalan pungutan liar sudah terbentuk, bahkan sudah berjalan. Menurut dia, hal ini merupakan komitmen pemerintah dalam melakukan reformasi hukum yang menjadi fokus pemerintahan di tahun ketiga usianya.

Baca: 2 Tahun Jokowi-JK


"Yang jelas, walaupun belum ditandatangani, gerakan ini sudah dilakukan dan Presiden sudah memberikan instruksi kepada Menko Polhukam, Kapolri, Jaksa Agung bahwa ini jangan hanya dilakukan di luar lembaga kepolisian dan kejaksaan tetapi kepada kepolisian dan kejaksaan juga perlu dilakukan. Sehingga yang namanya saber pungli ini menjadi gerakan nasional," ucapnya.

Dia menambahkan, pada dua tahun pertama, pemerintahan Presiden Jokowi fokus kepada pembenahan ekonomi. Bidang ekonomi menjadi perhatian lantaran melemahnya kondisi ekonomi global. Dia mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terjaga.  


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!