Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta - Pemerintah Indonesia akan segera memulangkan anak buah kapal (ABK) asal Filipina yang memiliki KTP palsu di Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan pemulangan ini merupakan permintaan Presiden Filipina Rodrigo Duterte kepada Presiden Joko Widodo.

Susi mengatakan diperkirakan ada 6000 ABK asal Filipina menangkap ikan secara ilegal di wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, sebelah selatan Maluku serta Papua bagian utara dan selatan.

Praktik pencurian ikan menggunakan KTP palsu itu diperkirakan sudah berlangsung puluhan tahun dengan melibatkan pejabat daerah.

"Saya mengimbau semua pejabat, pengusaha dan aparat lainnya yang melakukan atau membantu proses-proses pengadaan KTP palsu ini untuk segera menyerahkan diri. Lalu, kepada para nelayan ini, tolong diberi tahu, umumkan oleh media, untuk mereka juga segera menyerahkan diri supaya kita bisa deportasi kembali ke Filipina," kata Susi di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu (12/10/2016).

Baca: KKP Tangkap 8 Kapal Ikan Ilegal dengan Puluhan Awak WNA

Susi menambahkan, tim Satgas 115 telah menangkap sekitar 360 orang ABK Filipina dan menunggu untuk proses pemulangan. Mereka kini ditampung di detention center di Bitung.

"360 orang sudah ditangkap. Jadi ini akan kita berunding (dengan Filipina) untuk kita pulangkan, pakai kapal seperti Vietnam. Vietnam juga sama, masih ada sisa 300. Yang ditangkap 300 itu dari Sulawesi sama Maluku Utara," jelasnya.

Tim Satgas 115 baru-baru ini melakukan penangkapan delapan kapal ikan penangkap ikan ilegal di Laut Sulawesi Utara. Dua kapal berbendera Indonesia dan mengangkut 22 ABK asal Filipina, tetapi ternyata memegang KTP Indonesia.

Susi mengatakan, tim Satgas menduga praktik yang sama yakni pemalsuan KTP oleh ABK kapal asing juga terjadi di Kepulauan Aru.

"(Satgas) juga mengindikasikan ada perusahaan di Dobo, Aru, yang mengangkut orang-orang Filipina dari Bitung sebagai pemancing di kapal-kapal mereka, dengan KTP-KTP palsu. Kita akan kejar ke sana juga," tegas Susi.

Baca: Susi Ungkap Modus Baru Pencurian Ikan

Editor: Agus Luqman
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!