PN Jaksel Tolak Praperadilan Eks Menkes

"Dengan pertimbangan tersebut di atas sehingga penetapan tersangka adalah sah dan tidak bertentangan dengam hukum."

Selasa, 18 Okt 2016 15:49 WIB

Eks Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan penetapan tersangka bekas Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Hakim PN Jakarta Selatan Ahmad Rifai dalam pertimbangannya menyatakan dua alat bukti berupa sprindik dan keterangan saksi-saksi yang diperiksa KPK merupakan bukti yang sah dan diterima oleh pengadilan.

Ahmad Rifai berpendapat penetapan tersangka Siti Fadilah Supari sebagai tersangka korupsi di lembaga kementerian kesehatan sah dan tidak melanggar hukum.

"Dengan pertimbangan tersebut di atas sehingga penetapan tersangka adalah sah dan tidak bertentangan dengam hukum. Menimbang pertimbangan di atas termohon dengan bukti-buktinya dapat membuktikan dengan dalil-dalil bantahannya dengan demikian permohonan pemohon harus ditolak.Berdasarkan bukti dan keterangan ahli  dari pemohon yang diajukan tidak ada relevansinya dengan perkara ini," jelas Hakim PN Jakarta Selatan Ahmad Rifai, Selasa (18/10/2016).

Sementara itu, kuasa hukum Siti Fadilah Ahmad Supari Achmad Solihin menilai keputusan hakim tidak mempertimbangkan bukti-bukti adanya dua sprindik yang berbeda waktu. Sehingga menimbulkan kebingungan hukum. Kata Achmad, kuasa hukum menerima keputusan praperadilan dan akan membuktikan dalam proses peradilan hukum yang disangkakan KPK kepada kliennya.

"Kita akan buktikan nanti di persidangan.Bahwa Siti Fadilah Supari tidak menerima uang.Ibu Siti akan hadir jika ada panggilan pemeriksaan," jelasnya.

Sebelumnya, bekas Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari ditetapkan tersangka dalam korupsi anggaran di Kementerian Kesehatan pada tahun 2014.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.