Pengungsi banjir Garut. Foto: Antara


KBR, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan siap memberikan bantuan untuk para korban banjir bandang di Garut, Jawa Barat, menyusul krisis persediaan bahan logistik di sana.


Juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hal ini sesuai dengan penanganan bencana pada fase transisi darurat. Selain itu, masih ada juga dana cadangan yang bisa digunakan selama fase transisi itu.

"Apabila fase perpanjangan tanggap darurat dinyatakan berakhir dan tidak diperpanjang, masih ada fase yang bernama masa transisi darurat menuju ke pemulihan. Itu juga masih masuk masa darutat, sehingga BNPB akan tetap memberikan bantuan. Selain itu, masih ada juga dana dari bantuan masyarakat senilai 2 miliar rupiah, yang belum terpakai. Jadi bisa saja menggunakan dana tersebut," jelas Sutopo (4/10).

Baca: Pemkab Garut Minim Dana, Stok Logistik Pengungsi Banjir Kian Kritis

Pemerintah Kabupaten Garut mengaku kelimpungan mencari dana untuk menangani korban banjir bandang September lalu. Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Iman Alirahman mengatakan Garut mengalami defisit anggaran sebesar Rp395 miliar. Kekurangan anggaran ini diakibatkan karena ditundanya transfer dana alokasi umum dari pemerintah pusat.

Iman Alirahman mengatakan penundaan dana dari pemerintah pusat terjadi sejak Agustus lalu. Kekurangan dana yang dialami Garut setiap bulannya mencapai Rp81 miliar.

"Kemapuan keuangan daerah jadi salah satu pertimbangan, untuk merencanakan semua itu (korban banjir). Karena tidak semuanya beban jadi beban pemerintah pusat dan provinsi. Kita di daerah harus mempersiapkan soal tanah, soal jaminan hidup bagi masyarakat. Sekarang ini nol besar. Dana btt (bantuan tidak terduga) Rp1,7 miliar itu hanya angka saja. Uangnya tidak ada. Semua sudah kita sampaikan tinggal kebijakan dan kearifan sana," ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Iman Alirahman mengatakan dana yang saat ini diperlukan adalah dana jaminan hidup bagi para pengungsi. Jumlah dana yang dibutuhkan sekitar Rp4,5 miliar dengan rincian setiap pengungsi mendapatkan jatah Rp10 ribu perhari. Jumlah korban terdampak banjir mencapai lebih dari 2,500 orang. Sementara hingga saat ini pemerintah daerah baru bisa mencairkan dana tanggap darurat dua pekan sebesar Rp500 juta.


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!