Paket Reformasi Hukum, Yasonna: Penyelundupan dan Kapasitas Penjara

"Over-kapasitas, penyelesaian di lembaga pemasyarakat, reformasi perundang-perundangan, artinya deregulasi. Ini yang kita sasar, termasuk penegakan hukum,"

Jumat, 07 Okt 2016 15:16 WIB

Ilustrasi



KBR, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan paket reformasi hukum jangka pendek (quick wins) diarahkan untuk menyelesaikan masalah penyelundupan. Namun, kata dia, konsep kebijakannya masih dikaji bersama dengan tim yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Menurut Yasonna, masalah di lembaga pemasyarakatan seperti kelebihan kapasitas  juga diusulkan untuk masuk dalam program jangka pendek.

"Quick wins, mengenai penyelundupan, ini masih belum final ya, mengenai penyelundupan. Kalau dari kami mengenai over-kapasitas, penyelesaian di lembaga pemasyarakat, reformasi perundang-perundangan, artinya deregulasi. Ini yang kita sasar, termasuk penegakan hukum," kata Yasonna di kompleks Istana, Kamis (7/10/2016).

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menargetkan paket kebijakan reformasi hukum ini bakal berjalan mulai bulan ini.

"Nawacita pemerintahan Jokowi-JK telah melaksanakan 13 kebijakan ekonomi, direncanakan pada bulan Oktober ini akan melaksanakan reformasi hukum (revitalisasi hukum nasional)," kata Wiranto di Mabes Polri

Kantor Staf Presiden (KSP) telah merumuskan draf paket kebijakan hukum dan sudah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. Kepala KSP Teten Masduki mengatakan, draf ini akan dikaji dan disatukan dengan rumusan Kemenkopolhukam.

"Jadi, nanti (draft KSP) akan satu paket (dengan draft dari Kemenkopolhukam). Nanti, dapat tambahan masukan dari Kejaksaan, Kepolisian, Kementerian Hukum dan HAM," ungkap Teten

Menurut Teten, paket kebijakan hukum bakal fokus pada tiga hal, yakni reformasi kelembagaan Kejaksaan dan Kepolisian, penanganan kasus, dan pembenahan pembuatan regulasi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.