Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta - Pemerintah Indonesia berkeinginan untuk belajar banyak mengenai administrasi perpajakan ke negara-negara maju, termasuk Amerika Serikat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ia bahkan sempat bertemu Menteri Keuangan Amerika Serikat Jacob J. Lew, saat mengunjungi Washington DC, Amerika Serikat, pekan lalu.

Sri Mulyani mengatakan, pertemuan dengan Menkeu AS itu untuk membahas isu-isu perpajakan, terutama soal kerja sama program perpajakan.

"Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Amerika untuk membahas beberapa kerja sama di bidang peningkatan kemampuan administrasi perpajakan, program stabilitas sektor keuangan dan dari sisi peningkatan kemampuan analisis dan kebijakan makro ekonomi. Tentu sangat baik untuk belajar dari negara yang lebih maju, dalam rangka untuk mengantisipasi, terutama kebijakan dari negara maju, yang kadang-kadang, sering sangat mempengaruhi negara berkembang," kata Sri di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Baca: Sri Mulyani Sebut Tebusan Tax Amnesty Indonesia Terbesar di Dunia

Sri Mulyani mengatakan, Amerika Serikat termasuk negara yang mendukung perbaikan administrasi perpajakan maupun program stabilitas keuangan dan makroekonomi di Indonesia.

Menurut Menteri Sri, isu perpajakan menjadi perhatian utama dunia saat ini. Semua negara sedang berlomba memperbaiki basis perpajakan, agar penerimaannya lebih sustainable (berkesinambungan).

Pertemuan Sri Mulyani dengan Menkeu AS Jacob Lew terjadi di sela-sela pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF di Washington DC Amerika Serikat, pada 4-9 Oktober lalu. Saat itu, Sri memimpin delegasi Kementerian Keuangan.

Selain dengan Menteri Keuangan AS, Sri Mulyani juga bertemu Menteri Keuangan Australia, Kanada, Jerman, Inggris, dan beberapa pejabat negara lain.

Dalam pertemuan itu, Sri juga bertindak sebagai Gubernur Bank Dunia untuk Indonesia, Gubernur Alternatif IMF, Menteri Keuangan negara anggota G20, dan ketua Komite Pembangunan (Development Committee). Ini pertemuan terakhir di bawah kepemimpinan China untuk G20 sebelum diambil-alih Jerman pada tahun depan.

Baca: Tax Amnesty, Jokowi: Kepercayaan Masyarakat Meningkat

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!