Menteri Pertanian: BUMN Diperintahkan Serap Cabai Petani

Amran mengatakan, pelibatan perusahaan BUMN akan mampu memotong mata rantai distribusi cabai dari petani ke masyarakat.

Selasa, 18 Okt 2016 17:05 WIB

Petani cabai tengah merawat tanamannya di Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu. (Foto: Muh Antoni/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta - Pemerintah akan melibatkan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) untuk menjaga harga cabai tetap stabil.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan kebijakan itu diambil karena saat ini sudah memasuki musim penghujan, sehingga stok cabai terbatas. Perusahaan BUMN itu akan ditugaskan menyerap cabai petani, sehingga harga akan stabil.

"Cabai naik karena musim hujan, tetapi produksi tetap aman karena harga di tingkat petani Rp14 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram. Sehingga, kami sepakat menugaskan BUMN untuk menyerap, sehingga rantai pasoknya bisa lebih pendek, karena harganya naik di atas 100 persen, disparitasnya 100 persen lebih. (Ada anggaran pemerintah yang disiapkan?) Kecil kalau cabai, paling Rp1 miliar," kata Amran di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (18/10/2016).

Baca: Jelang Akhir Tahun, Pemerintah Pastikan Tak Impor Pangan

Amran mengatakan, pelibatan perusahaan BUMN akan mampu memotong mata rantai distribusi cabai dari petani ke masyarakat.

Meski begitu, sampai saat ini, Amran belum ditentukan perusahaan BUMN yang akan ditunjuk untuk menyerap cabai dari petani.

Amran juga ingin menyelesaikan program lumbung cabai di beberapa wilayah di Indonesia. Menurutnya, lumbung itu akan mengatasi masalah kurangnya pasokan cabai, seperti yang kerap terjadi belakangan ini.

Daerah yang disiapkan untuk lumbung cabai misalnya Malang, Jawa Timur.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?