KPU: SARA Sebelum Masa Kampanye Jerat Pakai KUHP

Ketua KPU Juri Ardiantoro mendorong agar kampanye SARA dijerat lewat pidana umum.

Selasa, 11 Okt 2016 14:08 WIB

Ketua KPU Juri Ardiantoro. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan kampanye yang menggunakan isu suku agama dan ras atau SARA yang terjadi saat ini tidak bisa dijerat dengan aturan kampanye. Ketua KPU Juri Ardiantoro menyatakan peraturan kampanye baru akan berlaku 24 Oktober mendatang. Tanggal tersebut adalah hari penetapan pasangan calon.

"Kalau sekarang banyak komplain masyarakat tentang aktivitas bakal pasangan calon pendukungnya, ini tidak gisa diatur lewat Peraturan KPU," jelasnya kepada wartawan di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (11/10/2016) siang.

Ketua KPU Juri Ardiantoro mendorong agar kampanye SARA dijerat lewat pidana umum. Misalnya pasal mengenai ujaran kebencian dan ajakan permusuhan, maupun pasal mengganggu ketertiban umum.

"Kami kembalikan saja pada peraturan, UU, dan hukum-hukum di luar kampanye," tambahnya.

Tahun lalu KPU juga mengeluarkan peraturan tentang kampanye yang melarang ujaran kebencian, penghinaan terhadap seseorang berdasarkan, agama, suku, ras, golongan, serta larangan menghasut, memfitnah, serta menggunakan kekerasan, dan ancaman kekerasan.

Baca juga: Pilkada DKI 3 Pasangan, Kata Pengamat 1 atau 2 Putaran?


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.