Kereta Semi Cepat JKT-SBY, Menhub Targetkan Studi Kelayakan Rampung Akhir 2016

"Ada tahapan namanya FS, perencanaan, pembangunan, paling tidak 3 sampai 4 tahun. FS paling 2 sampai 3 bulan, maksimal,"

Selasa, 11 Okt 2016 17:57 WIB

Ilustrasi (sumber: Setkab)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan studi kelayakan    kereta semi cepat Jakarta Surabaya bisa rampung akhir 2016. Budi mengatakan, saat ini pemerintah tengah menunggu proposal teknis pembangunan kereta semi cepat itu dari pemerintah Jepang.

Kata dia, surat resmi penawaran pembangunan proyek itu sudah diserahkan pemerintah Indonesia kepada Jepang.

"Kami minta dari Jepang untuk memberikan semacam proposal apa yang dimaksud dan apa saja yang akan dikerjakan. Justru di proposal itu akan mengatakan bisa, misalnya dengan rel yang ada, tetapi menghilangkan lintasan sebidang. Kan ada tahapan namanya FS (feasibility study), perencanaan, pembangunan, paling tidak 3 sampai 4 tahun. FS paling 2 sampai 3 bulan, maksimal," kata Budi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (11/10/16).

Budi mengatakan, proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya akan berkecepatan 180 sampai 200 kilometer per jam. Kata dia, saat ini pemerintah masih menunggu proposal tentang studi kelayakan proyek dari Jepang. Menurutnya, studi itu akan mempertimbangkan jenis rel dan sistem perkeretaapian yang sesuai dibangun di lintasan Jakarta-Surabaya. Pasalnya, kata dia, di sepanjang jalur itu masih ada sekitar seribuan perlintasan sebidang.

Budi berujar, jalur kereta sebidang pada rute Jakarta-Surabaya harus dihilangkan. Alasannya, jalur sebidang atau persilangan antara jalur kereta dengan jalan masih sangat banyak ditemui. Selain itu, jalur kereta semi cepat itu juga akan berupa rel ganda. Rel ganda itu memungkinkannya pemanfaatannya tidak hanya untuk kereta, melainkan juga untuk operasi angkutan peti kemas dry port antara Jakarta-Semarang-Surabaya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Panjaitan menyatakan sudah mengirim surat resmi kepada Pemerintah Jepang untuk dapat mengerjakan proyek kereta semi cepat itu. Luhut juga menyatakan yakin dengan teknologi Jepang sangat sesuai untuk proyek itu. Katanya, saat berkunjung ke Jepang pekan lalu, dia sudah bertemu dengan Perdana Menteri Shinzo Abe, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Keiichi Ishii, dan Wakil Menteri Luar Negeri Shinsuke Sugiyama.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.