Kasus Korupsi E-KTP, KPK Periksa Politisi Golkar

Chairuman diperiksa untuk tersangka Bekas Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, Irman.

Senin, 10 Okt 2016 11:37 WIB

Foto: Antara


KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Anggota Komisi Pemerintahan Dalam Negeri Chairuman Harahap sebagai saksi dalam kasus korupsi KTP elektronik atau e-KTP. Chairuman diperiksa untuk tersangka Bekas Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, Irman.


Hingga pukul 11.00 siang ini, Politisi partai Golkar itu belum hadir di Gedung KPK.

Chairuman sempat menjabat sebagai Ketua Komisi Pemerintahan Dalam Negeri, DPR pada 2009-2014. Ia turut terlibat membahas anggaran proyek e-KTP pada 2011-2012.

Selain itu, KPK juga memeriksa empat saksi lainnya dari Dirjen Dukcapil. Di antaranya Sekretaris Dirjen Dukcapil Drajat Setiawan, Kasubag Data dan Informasi Dukcapil, Djoko Krisno, Staf Tata Usaha Henry Manik dan PNS Dukcapil Pringgo Tjahyono. Hari ini, Irman juga diperiksa oleh KPK.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Irman dan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Dirjen Dukcapil, Sugiharto sebagai tersangka. KPK menilai Irman dan Sugiharto telah menyalahgunakan wewenangnya untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, maupun korporasi.

Dua orang itu diduga secara bersama-sama menggelembungkan harga atau mark up atas proyek e-KTP senilai Rp6 triliun tersebut. Menurut KPK, korupsi e-KTP diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp2 triliun.

Baca juga:


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.