Kapolri: 500 WNI Lolos Berangkat ke Suriah

Kapolri beralasan masih ada banyak jalur yang memungkinkan para WNI tersebut lolos keluar dari Indonesia.

Selasa, 11 Okt 2016 21:18 WIB

Kapolri Tito Karnavian. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Kapolri Tito Karnavian menyatakan hampir 500 WNI lolos berangkat ke Suriah. Padahal Polri sudah banyak melakukan penangkapan terhadap anggota atau fasilitator ISIS. Tito beralasan, masih ada banyak jalur yang memungkinkan para WNI tersebut lolos keluar dari Indonesia.


"Masih ada yang berangkat, karena mereka menggunakan banyak trik jalur-jalur. Jadi yang ditangkap ada, cukup banyak yang ketangkap, ada puluhan ya, dalam beberapa bulan terakhir ini. Kemudian yang lolos juga sudah ada, jumlahnya saya kira total hampir 500 ya yang sudah berangkat itu," kata Tito di Mabes Polri, Selasa (11/10/2016).

Kapolri Tito Karnavian menambahkan, intelejen dan Densus 88 Polri hingga kini terus memantau bandara dan sejumlah rute yang sering dilalui kelompok ISIS.

"Kita juga melakukan satu langkah-langkah, di bandara-bandara, kita siapkan ada tim kita yang memang monitor, kemungkinan rute-rute yang sudah kita tahu, yang kedua adalah ada tim dari intelejen dan densus kita yang memang mengamati jaringan ini," imbuhnya.

Pada akhir bulan lalu Kepolisian menggagalkan upaya pemberangkatan WNI ke Suriah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Mereka diduga akan bergabung dengan ISIS. Kepolisian telah menetapkan empat orang menjadi tersangka. 

Baca juga: Samakan ISIS dengan Arab Saudi, Microsoft Diboikot


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.