Rizaldi Boer. Foto: Rafik Meilana/KBR


KBR, Bogor- Indonesia diprediksi akan kehilangan 10 juta ton hasil pertanian pada 2050 yang akan datang, karena pemanasan global. Guru Besar Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Institut Pertanian Bogor (IPB), Rizaldi Boer memaparkan, kemampuan pulau Jawa memproduksi padi akan berkurang, lantaran efek kenaikan suhu global. 

Selain itu, kata dia, produksi padi berkurang karena konversi lahan yang tidak terkontrol.

"Produksi kita yang akan hilang mencapai 5 juta ton, dibanding dengan produksi yang ada sekarang. Bisa dibayangkan populasi bertambah, tetapi kemampuan memproduksi akan berkurang. Pada 2050 itu sudah sampai 10 juta ton yang hilang," katanya saat berbincang dengan KBR.

Rizaldi menambahkan, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan undang-undang terkait lahan pertanian yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak tersebut. Selain itu, kata dia, konversi lahan pertanian khususnya di wilayah Jawa harus dikurangi.

"Selain itu juga perlu adanya teknologi-teknologi yang batu, untuk mengatasi kenaikan suhu ini," jelasnya.

Badan Pusat Statistik mencatat produksi padi tahun 2015 sebanyak 75,36 juta ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami kenaikan sebanyak 4,51 juta ton (6,37 persen) dibandingkan tahun 2014. Kenaikan produksi tersebut terjadi di Pulau Jawa sebanyak 2,31 juta ton dan di luar Pulau Jawa sebanyak 2,21 juta ton. Kenaikan produksi padi terjadi karena kenaikan luas panen seluas 0,32 juta hektar (2,31 persen) dan peningkatan produktivitas sebesar 2,04 kuintal/hektar (3,97 persen).

Produksi jagung tahun 2015 sebanyak 19,61 juta ton pipilan kering, mengalami kenaikan sebanyak 0,60 juta ton (3,17 persen) dibandingkan tahun 2014. Kenaikan produksi tersebut terjadi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa masing-masing sebanyak 0,46 juta ton dan 0,15 juta ton.

Sementara, produksi kedelai tahun 2015 sebanyak 963,10 ribu ton biji kering, meningkat sebanyak 8,10 ribu ton (0,85 persen) dibandingkan tahun 2014. Peningkatan produksi tersebut terjadi di luar Pulau Jawa sebanyak 30,41 ribu ton, sementara di Pulau Jawa terjadi penurunan produksi sebanyak 22,31 ribu ton.

Baca juga: Strategi Pemerintah Gejot Produksi Padi Nasional


Editor: Sasmito 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!