Baru 67 Persen, BPJS Kesehatan Kejar Target Cari Peserta JKN-KIS

"Itu adalah roadmap, artinya pemerintah menetapkan 1 Januari 2019 warga Indonesia harus terdaftar JKN-KIS,"

Jumat, 14 Okt 2016 18:09 WIB

Ilustrasi (Foto: KBR/Rony Sitanggang)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Bogor- Badan Pelaksana Jaminan Sosial  (BPJS) Kesehatan masih mengejar target, untuk kepesertaan warga yang terdaftar pada Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari mengatakan, saat ini baru 67 persen warga Indonesia yang terdaftar JKN-KIS.

BPJS mentargetkan, 2019 warga Indonesia sudah 100 persen terdaftar.

"Yang sudah 169,3 juta, artinya sudah 67 persen dari total populasi, yang jadi peserta JKN-KIS. (Target 2019, yakin rampung?) itu adalah roadmap, artinya pemerintah menetapkan 1 Januari 2019 warga Indonesia harus terdaftar JKN-KIS," katanya saat ditemui KBR di Kampus IPB Dramaga, Jumat (14/10)

Andayani menjelaskan, saat ini selain sosialisasi ke masyarakat. BPJS juga melakukan sejumlah kerjasama dengan perguruan tinggi. Total hingga sekarang, 67 perguruan tinggi negeri dan swasta sudah bekerjasama dengan BPJS.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.