Unicef Apresisasi Capaian Target Imunisasi Campak Rubella

"Skala nasional itu Jawa. Jadi tahun ini Jawa saja dulu, secara total masih diatas 80 persen. Masih ada 16 hari untuk memastikan sampai mencapai 95 persen."

Jumat, 15 Sep 2017 08:57 WIB

Seorang anak mendapatkan vaksinasi campak rubella (MR) di Trenggalek Jawa Timur. (Foto: KBR/Adhar Muttaqin)

KBR, Trenggalek - Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk anak Unicef mengapresiasi tren positif pencapaian target imunisasi Campak Rubella (Measles-Rubella/MR) yang dijalankan di Pulau Jawa selama hampir dua bulan terakhir.

Direktur Unicef Area Jawa, Arie Rukmantara mengatakan saat ini jumlah anak yang berhasil diimunisasi di Jawa mencapai 80 persen dari target yang telah ditetapkan. Ia optimistis dalam waktu setengah bulan ke depan imunisasi Campak Rubela bisa mencapai target 95 persen. 

"Skala nasional itu Jawa. Jadi tahun ini Jawa saja dulu, secara total masih diatas 80 persen. Masih ada 16 hari untuk memastikan sampai mencapai 95 persen. Kami sangat optimis karena di Jawa Timur beberapa kabupaten/kota menunjukkan capaian sudah melebihi target, sudah lebih dari 95 persen bahkan pada minggu pertama September," kata Arie Rukmantara, di Trenggalek, Kamis (14/9/2017).

Arie menambahkan, pencapaian target imunisasi tahun ini akan menjadi tolok ukur sekaligus contoh bagi daerah di luar Pulau Jawa yang akan melaksanakan imunisasi mulai tahun depan. 

Arie menambahkan Unicef yakin program imunisasi massal campak rubella mendapat dukungan tinggi dari pemerintah serta masyarakat. Bahkan, kata Arie, Indonesia pernah sukses melakukan imunisasi massal dan menghilangkan penyakitnya, yakni imunisasi cacar pada tahun 80-an serta imunisasi polio pada tahun 2000-an. 

Arie berharap seluruh elemen pemerintah bekerja keras untuk menyukseskan program imunisasi Campak dan Rubella. 

Pemerintah Indonesia menargetkan seluruh anak di Indonesia bebas campak dan rubella pada tahun 2020. Pada awal Agustus lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan jumlah anak-anak Indonesia yang telah mendapat imunisasi MR masih rendah, di bawah satu persen. 

Meski mendapat penolakan dari sekelompok orang yang menganggap vaksi MR haram, pemerintah mendasarkan pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 tahun 2016 yang menyatakan vaksin MR mubah atau diperbolehkan.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.