Tsamara Amany Siap Lawan Fadli Zon soal Surat Setnov

"Siapapun yang mencoba melemahkan KPK ya pasti akan kami lawan. Kami tidak akan melawan perorangan. Tapi, kita ngelawan satu kelompok."

Jumat, 15 Sep 2017 09:27 WIB

Politisi PSI Tsamara Amany dan politisi Gerindra Fadli Zon. (Foto: ANTARA)

KBR, Surabaya - Politisi muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany melontarkan kritik keras terhadap Wakil Ketua DPR Fadli Zon setelah politisi Partai Gerindra itu mengirim surat ke KPK meminta penundaan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto.

Menurut Tsamara, apa yang dilakukan Fadli Zon itu merupakan upaya intervensi politik untuk melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tsamara menegaskan siap melawan siapapun yang ingin melemahkan KPK, termasuk Fadli Zon. 

"Bagi saya, siapapun yang mencoba melemahkan KPK ya pasti akan kami lawan. Kami tidak akan melawan perorangan. Tapi, kita ngelawan satu kelompok. Kelompok siapapun yang mencoba melemahkan KPK pasti kami lawan," ujar Tsamara kepada KBR di Surabaya, Kamis, (14/9/2017).

Tsamara mengatakan DPR tidak berwenang mencampuri upaya penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan KPK ketika menghadapi dugaan korupsi.

"Soal penyidikan, soal penyelidikan itu adalah ranah kewenangan KPK. Itu ranah hukum. Nggak pantas seorang pimpinan dari lembaga DPR mengirimkan surat untuk menunda pemeriksaan. Itu kan bentuk intervensi terhadap lembaga yang menangani kasus hukum," kata Tsamara.

Sebelumnya, Fadli Zon mengirimkan surat kepada pimpinan KPK yang meminta pemeriksaan terhadap koleganya Setya Novanto ditunda hingga ada putusan praperadilan yang sedang ditempuh Setya Novanto. Surat tersebut ditandangani Fadli Zon selaku pimpinan DPR bidang koordinator politik dan keamanan.

Gara-gara surat itu, Fadli Zon dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan DPR atas dugaan pelanggaran kode etik dewan. Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan Fadli Zon ke MKD pada Rabu (13/9/2017). MAKI menganggap Fadli Zon melakukan pelanggaran sedang dan perlu di-'kartu kuning' atau diberi peringatan.

Sebelumnya, Tsamara Amany juga terlibat 'perang kata' dan perdebatan sengit melalui media sosial maupun talkshow dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang dianggap kerap 'menyerang' KPK. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"