Sekjen PAN: Siti Masitha Kakak Kandung Saya

"Saya datang bersama keluarga dan putra-putranya. Kami ke sini hanya kunjungan keluarga. Kami membawa makanan Hari Raya Iduladha," kata Eddy Soeparno.

Jumat, 01 Sep 2017 14:26 WIB

Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno memasuki Rutan C1 KPK usai salat Iduladha di Pomdam Guntur Jaya Jakarta, Jmat (1/9/2017). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

KBR, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional, Eddy Soeparno mengunjungi Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno di rumah tahanan C-1, Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Eddy Soeparno merupakan adik kandung dari Masitha.

Eddy mengatakan, ini merupakan kesempatan pertama keluarga bisa mengunjungi Mashita di rumah tahanan di Hari Raya Iduladha.

"Datang untuk menjenguk. Paling tidak menghabiskan sebagian waktu dari Hari Raya Iduladha bersama Ibu Siti Mashita yang merupakan kakak kandung saya," kata Eddy di Gedung KPK lama, Jumat (1/9/2017).

Eddy datang bersama keluarga dan empat anak Mashita, Jumat (1/9/2017) sekitar pukul 09.30 WIB. Ia keluar dari gedung KPK sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka membawa berbagai makanan khas lebaran Iduladha dan pakaian untuk Masitha.

"Saya datang bersama keluarga dan putra-putranya. Kami ke sini hanya kunjungan keluarga. Kami membawa makanan Hari Raya Iduladha," kata Eddy Soeparno.

Eddy enggan mengomentari proses hukum yang dijalani Masitha. Ia mengaku tidak mengetahui pokok perkara yang menjerat kakak kandungnya tersebut. Selama kunjungan juga tidak ada pembicaraan mengenai perkara.

"Nggak ada curhatan khusus," kata Eddy Soeparno.

KPK menetapkan Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah, Kota Tegal. Ia juga tersandung kasus suap terkait fee proyek-proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Tegal Tahun Anggaran 2017. Total suap diperkirakan mencapai Rp 5,1 miliar.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.