Realisasi Pajak Sampai Agustus Belum Optimal, Ini Kata Sri Mulyani

"Pada semester II ini, belanja pemerintah biasanya meningkat sangat tajam. Biasanya dari belanja pemerintah, unsur penerimaan pajak cukup besar," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Selasa, 05 Sep 2017 15:59 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat di DPD Jakarta, Rabu (21/6/2017). (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa)

KBR, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan akan terus mencermati tren penerimaan pajak pada tahun ini, yang menurun dibanding tahun lalu.

Data Direktorat Jenderal Pajak menunjukkan penerimaan pajak hingga Agustus 2017 baru mencapai 53,5 persen. Khusus bulan Agustus, nilainya turun dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Sri Mulyani menilai kondisi itu wajar karena penerimaan Agutus tahun lalu terkerek pendapatan dari program pengampunan pajak (tax amnesty).

"Kita akan terus melihat dari realisasi penerimaan perpajakan kita. Bulan Juli, Agustus, September adalah bulan di mana tahun lalu, kita sudah mulai melakukan tax amnesty. Sehingga, tiga bulan itu dampak dari tax amnesty tahun lalu. Terhadap penerimaan yang sama di bulan-bulan ini yang tidak ada tax amnesty, akan kita teliti terus," kata Sri Mulyani di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Sepanjang Januari hingga Agustus 2017, penerimaan pajak baru mencapai Rp686 triliun. Angka itu baru setengah dari target yang ditetapkan pemerintah yakni Rp1.283,6 triliun. Bulan Agustus, penerimaan pajak menurun tiga persen yakni hanya Rp85 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan akan meneliti data-data yang didapat dari kebijakan amnesti pajak sepanjang Juli 2016 hingga Maret 2017. Sri Mulyani juga mencari potensi-potensi pajak baru yang bisa digunakan untuk memaksimalkan penerimaan pajak tahun ini.  

"Kami akan terus lakukan. Pada semester II ini, belanja pemerintah biasanya meningkat sangat tajam. Biasanya dari belanja pemerintah, unsur penerimaan pajak cukup besar, sehingga kita juga akan berharap penerimaan perpajakan akan meningkat dari situ," tambah Sri Mulyani.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi