Penyidik KPK Pertimbangkan Periksa Setya Novanto di Rumah Sakit

"Apakah terhdap SN dapat dilakukan pemeriksaan? Dijawab dokter, karena perkembangannya baik maka kemungkinan pemeriksaan dapat dilakukan. Namun tetap harus memperhatikan kondisi besok."

Rabu, 20 Sep 2017 12:48 WIB

Ketua Umum Partai Golkar bersama pengurus DPP Partai Golkar usai rapat pleno membahas status tersangka Setya Novanto di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (18/7/2017). (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)

KBR, Jakarta - Tim Dokter Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tersangka kasus korupsi pengadaan KTP elektronik, Setya Novanto bisa diperiksa setelah Ketua DPR itu menjalani operasi pemasangan ring pada jantung, Selasa (19/9/2017) kemarin.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan kepastian kondisi kesehatan Ketua DPR itu diperoleh setelah tim dokter KPK berkoordinasi dengan dokter yang menangani Setya Novanto di Rumah Sakit Premiere Jatinegara, Jakarta Timur.

Febri Diansyah mengatakan tim dokter KPK akan kembali mengunjungi Setya Novanto, pada Kamis (21/9/2017) besok untuk memastikan sekali lagi kesehatan Ketua Umum Partai Golkar itu supaya bisa dijadwalkan pemeriksaan terkait perkaranya.

"Tim sempat menanyakan pada dokter spesial jantung yang menangani SN, apakah terhadap SN dapat dilakukan pemeriksaan. Dijawab dokter, karena perkembangannya baik maka kemungkinan pemeriksaan dapat dilakukan. Namun tetap harus memperhatikan kondisi besok," kata Febri di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Menurut Febri, tim dokter KPK sudah melihat langsung kondisi Setya Novanto dan saat itu Novanto tidak dipasang infus dan oksigen pascaoperasi. Hanya saja, kata Febri, dokter di rumah sakit itu menyebut Setya Novanto masih butuh banyak istirahat.

"Tim juga sudah melihat SN di ruangan melalui kaca. Yang bersangkutan sedang istirahat, setelah pemeriksaan kateter dan pemasangan ring. Menurut dokter operator tersebut pemeriksaan dan operasi berjalan dengan baik. Setelah tindakan medis dilakukan, pasien butuh instirahat untuk pemantauan lebih lanjut efek dari pemasangan ring tersebut," kata Febri.

Febri menambahkan, penyidik KPK juga mempertimbangkan untuk melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan pendapat kedua (second opinion) mengenai kesehatan Setya Novanto. 

Kemungkinan IDI bakal dilibatkan, kata Febri, apabila besok kondisi kesehatan Setya Novanto tiba-tiba menurun hingga tidak bisa dilakukan pemeriksaan.

Bahkan, menurut Febri, penyidik juga mempertimbangkan untuk memeriksa Setya Novanto di rumah sakit tempat politisi Golkar itu dirawat.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.