OTT, KPK Tangkap Bupati Batubara

"Sekitar 7 orang disana. Ada dari unsur penyelenggara negara atau kepala daerah, pejabat dinas dan swasta. Untuk kepentingan pemeriksaan awal mereka dibawa ke Polda Sumut,"

Rabu, 13 Sep 2017 19:54 WIB

Ilustrasi: KPK menunjukkan uang sitaan hasil OTT. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan KorupsiĀ  melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, penyidik KPK menangkap tujuh orang yang terdiri dari kepala daerah, kepala dinas, dan dari unsur swasta.

Kata dia, ketujuh orang tersebut saat ini sudah dibawa ke Polda Sumatera Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami konfirmasi, benar ada kegiatan OTT di salah satu kabupaten atau kota di Sumatera Utara hari ini. Tim KPK sejauh ini mengamankan sekitar 7 orang disana. Ada dari unsur penyelenggara negara atau kepala daerah, pejabat dinas dan swasta. Untuk kepentingan pemeriksaan awal mereka dibawa ke Polda Sumut," ujarnya kepada wartawan di Kantor KPK, Kuningan Jakarta, Rabu (13/09).

Kata dia dalam operasi tangkap tangan tersebut penyidik juga menyita sejumlah uang. Namun dia masih enggan menjelaskan lebih lanjut soal berapa banyak uang tersebut dan untuk keperluan apa uang tersebut diberikan.

Dia hanya menyatakan, uang tersebut diindikasikan merupakan bentuk penerimaan hadiah atau janji alias suap pengurusan proyek.

"Setelah pemeriksaan awal dilakukan, mereka akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta dan dalam waktu maksimal 24 jam akan ditentukan status hukumnya. Hasilnya akan disampaikan di konferensi pers besok di KPK," ucapnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1