Kurang Bukti, Bareskrim Polri Kembalikan Laporan Kivlan Zein terhadap Aktivis YLBHI

"Buktinya masih kurang," kata Kivlan saat keluar dari Bareskrim.

Rabu, 20 Sep 2017 13:18 WIB

Aparat kepolisian bernegosiasi dengan massa yang mengepung kantor LBH Jakarta, Minggu (17/9/2017). Massa menentang kegiatan LBH karena dicurigai untuk membangkitkan PKI. (Foto: KBR/Ria Apriyani)

KBR, Jakarta – Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menolak laporan pengaduan dari bekas Kepala Staf Kostrad Kivlan Zein terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur.

Kivlan Zein melaporkan Isnur ke Bareskrim Polri lantaran menyebut Kivlan sebagai dalang penyerangan massa ke kantor LBH Jakarta dan YLBHI pada Minggu (17/9/2017). 

"Saya tidak ikut di dalam sebagai orator atau dalang. Saya juga tidak hadir dalam acara itu, baik Sabtu maupun Minggu," kata Kivlan saat ditemui di Bareskrim Polri, Selasa (19/9/2017).

Kivlan Zein awalnya membawa banyak barang bukti untuk melengkapi laporannya seperti bukti salah satu artikel media. Bukti lain adalah video saat Isnur melakukan konferensi pers di Kantor Komnas Perempuan Jakarta. 

Namun, kata Kivlan, bukti itu dianggap belum cukup dan Bareskrim meminta Kivlan melengkapi bukti lainnya.

"Buktinya masih kurang," kata Kivlan saat keluar dari Bareskrim.

Nama Kivlan Zein disebut aktivis YLBHI Muhammad Isnur, sebagai orang yang diduga berada di belakang penyerangan kantor YLBHI. Nama lain yang disebut Isnur adalah Rahmat Himran, karena turut menyebarkan undangan dan hoaks di media sosial terkait kegiatan YLBHI. Ramat Himran, menurut Isnur, merupakan presidium aksi 313. 

Namun Kivlan membantah semua tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Hadiri KTT OKI, Jokowi Serukan Persatuan Bela Palestina

  • Polisi Ringkus Belasan Terduga Teroris di Sejumlah Daerah
  • Pertamina Wajib Libatkan 40 Persen Pekerja dan Kontraktor Lokal Balikpapan
  • Melbourne Pasang Sistem Anti-Terorisme

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur