KPK Tetapkan Bupati Kukar Rita Widyasari Tersangka

KPK belum menjelaskan dalam kasus apa Bupati Kukar Rita Widyasari dijadikan tersangka

Selasa, 26 Sep 2017 21:19 WIB

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebagai tersangka. Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di sela-sela rapat dengar pendapat Komisi III DPR dengan KPK di Komplek Parlemen RI, Selasa (26/09/17).

Namun Laode belum bisa menjelaskan detail perkara yang menjerat Rita. Ia mengatakan, KPK akan melaksanakan konferensi pers terkait perkara tersebut dalam waktu dekat.

"Ibu Rita ditetapkan sebagai tersangka itu betul tapi bukan OTT. Detail kasusnya dan apa-apa sabarlah buat berita kalian besok, nanti di jelaskan di kantor," kata Laode di Senayan, Jakarta, Selasa (26/09).

Laode mengatakan, penetapan tersangka terhadap Rita bukan hasil operasi tangkap tangan (OTT). Penetapan tersangka terhadap Rita merupakan hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan KPK.

Laode juga membenarkan ada penggeledahan di Kantor Kabupaten Kutai Kertanegara. Namun Ia belum bisa membeberkan temuan dari penggeledahan tersebut.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi