Kapolri Perintahkan Tangkap Pendana Saracen

"Tidak gampang ya, karena kan mereka bermainnya di cyber space ya. Makanya kita ambil langkah lewat cyber space juga, bukan di lapangan,"

Selasa, 05 Sep 2017 12:25 WIB

Tersangka kasus Saracen. (Foto: Mabes Polri)

KBR, Jakarta- Kapolri Tito Karnavian meminta tim penyidik mengungkap semua yang berkaitan dengan kelompok ujaran kebencian Saracen. Tito menyatakan, kejahatan yang dilakukan Saracen adalah kejahatan yang memecahbelah masyarakat.

Tito memerintahkan penyidik menangkap pendana dan pelanggan  Saracen.

"Saracen kita akan kembangkan terus siapa yang terlibat. Saya sampaikan, tangkapin saja yang mesan, yang mendanai, dan kelompok yang sejenis, itu tangkap saja. (Sudah ada titik terang?) Itu tidak gampang ya, karena kan mereka bermainnya di cyber space ya. Makanya kita ambil langkah lewat cyber space juga, bukan di lapangan," katanya saat ditemui wartawan di Mabes Polri, Selasa (05/09/17)

Tito pun tidak menampik jika kelompok Saracen memang sudah bergerak sejak Pilpres 2014. Selain itu, kelompok ini juga mengambil peranan besar dalam proses-proses pemilihan lainnya seperti Pilgub DKI.

Tito masih belum berani memastikan apakah ada keterlibatan peserta Pilkada DKI Jakarta, dengan kemunculan Saracen. Karena menurutnya pada saat Pilkada DKI lalu lintas ujaran kebencian terhadap golongan tertentu marak di media sosial.

"Ya kita belum sampai ke arah sana ya (soal dugaan pemesan di Pilkada DKI). Yang jelas kalau memang ada fakta hukum keterlibatan tentang Undang-Undang ITE, siapapun itu akan diproses," jelasnya.

Saat ini tim penyidik telah menangkap 4 orang tersangka dalam kasus kelompok ujaran kebencian Saracen. Polisi juga telah bekerjasama dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana, yang diduga berasal dari pelanggan dan juga donatur.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang