Jokowi: Kalau Tak Ngotot Divestasi Saham Freeport Dapatnya 9 Persen

"Freeport, berapa tahun kita, masa diberi 9 persen diam saja. Ini negosiasi 2,5 tahun, jangan dipikir hanya enam bulan saja."

Selasa, 05 Sep 2017 08:22 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengklaim kesepakatan divestasi saham PT Freeport Indonesia yang mencapai 51 persen diperoleh dari negosiasi yang alot. Hal tersebut disampaikan Jokowi di depan relawannya yang tergabung dalam kelompok Pro-Jokowi (Projo).

Kata dia, renegosiasi dengan Freeport tersebut telah dimulai sejak 2,5 tahun lalu, atau sejak dia menjabat presiden. Kata Jokowi, apabila tak melewati negosiasi yang alot, Indonesia selamanya hanya akan memiliki 9 persen saham Freepot.

"Freeport, berapa tahun kita, masa diberi 9 persen diam saja. Ini negosiasi 2,5 tahun, jangan dipikir hanya enam bulan saja. Enam bulan ke belakang intensifnya, tapi negosiasi sudah dimulai 2,5 tahun yang lalu. Memang alot. Kalau negosiasi  tidak ngotot dapatnya 9 persen lagi," kata Jokowi di Gading Sports Mall, Jakarta Utara, Senin (04/09/2017).

Jokowi mengatakan, keberhasilan negosiasi soal divestasi saham dari Freeport tersebut diperoleh karena pemerintah yang ngotot. Kata Jokowi, sejak awal dia sudah berkomitmen membuat Freeport setuju melepas 51 sahamnya untuk Indonesia. Namun, negosiasi intensif baru terjadi enam bulan belakangan ini.

Selain Freeport, Jokowi juga menyinggung pengelolaan Blok Mahakam, Kalimantan Timur, kini sudah 100 persen berada di tangan pemerintah. Kata dia, selama ini bahkan Indonesia tak memiliki 1 persen saham pun, lantaran blok tersebut dikelola Inpex dari Jepang dan Total dari Perancis.

Kata Jokowi, pengelolaan Blok Mahakam tersebut telah diserahkan pada PT Pertamina. Sehingga, dia juga langsung meminta  Pertamina bersiap mengelola kegiatan operasi Blok Mahakam.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau