Buruh Tuntut Polisi Ungkap Dalang Pengepungan Kantor LBH Jakarta

Ratusan buruh buruh siap menjaga gedung LBH Jakarta.

Minggu, 24 Sep 2017 15:55 WIB

Foto: Antara

KBR, Jakarta- Empat konfederasi dan satu federasi buruh meminta polisi menemukan dalang di balik pengepungan kantor LBH Jakarta yang berujung kerusuhan pada pekan lalu. Pengepungan yang dilakukan sejumlah ormas karena terprovokasi berita hoaks yang menyebut kegiatan di LBH Jakarta berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ketua Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Rudi Habidaman mengatakan, buruh juga siap menjaga  gedung LBH Jakarta. Menurutnya, GSBI siap mengerahkan ratusan massa jika dibutuhkan.

"Betul kawan-kawan sekalian, saya pikir kawan-kawan serikat pekerja dan buruh sudah menyampaikan kesediaannya kalau memang butuh tenaga untuk jaga keamanan kantor ini, tentu kawan-kawan serikat buru siap untuk mengirimkan anggota-anggota kita untuk menjaga keamanan, bagaimana agar aktivitas bisa kembali," ujar Rudi di Kantor LBH Jakarta, Minggu (24/9).

Sementara itu, Ketua LBH Jakarta Algifari Aqsa mengatakan sejumlah klien mereka sempat mengalami trauma akibat kerusuhan pekan lalu. Ia mengatakan bantuan penjagaan dari buruh saat ini belum dibutuhkan. Sebab sudah ada polisi yang menjaga kantor LBH Jakarta saat ini.

"Klien-klien yang dulu malah memberi dukungan kepada kami, kalau trauma memang pasti ada, waktu penyerangan KontraS dulu juga efeknya sampai sebulan, tapi kami tetap melayani pengaduan dan pelaporan," ujarnya.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Siapkan Dua Opsi soal Polemik PJ Gubernur Polri

  • Bekas Pimpinan KPK: Kasus Novel Tak Tuntas Bisa Jadi Catatan Buruk Jokowi untuk 2019
  • Longsor Terjang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, 4 Tewas 6 Luka Parah
  • Sanksi Baru Amerika Untuk Korut

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.