BKSDA Evakuasi Bayi Orang Utan di Kompi Brimob Aceh Timur

”Kata pemiliknya Pak Anton yang merupakan Komandan Kompi Brimob di sana, bayi orang utan ini diperoleh ketika menggelar razia."

Senin, 18 Sep 2017 22:09 WIB

Satu bayi orang utan (pongo abelii) dievakuasi dari Kompi Brigade Mobil Aramiah, Kecamatan Birem Bayeum, Kabupaten Aceh Timur, Senin (18/9). (Foto : BKSDA Aceh )

KBR, Aceh Timur– Satu bayi orang utan (pongo abelii) diambil dari Kompi Brigade Mobil Aramiah, Kecamatan Birem Bayeum, Kabupaten Aceh Timur, Senin (18/9). Hewan langka ini sudah 3 bulan lamanya dipelihara di markas Brimob tersebut.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, bayi satwa liar itu langsung dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut melalui Orangutan Informasi Center (OIC) di Karantina Batu Mbelin, Sibolangit, Sumatera Utara.

kata dia, hasil evaluasi orang utan berjenis kelamin betina itu dinyatakan dalam kondisi sehat.

”Kita mengapresiasi orang-orang yang menyerahkan dan kalau ada yang memilihara hewan-hewan dilindungi untuk diserahkan ke Kita karena itu pelanggaran undang-undang. Jadi, ini bisa jadi contoh. Orang utan sumatera biasanya Kita rehab dulu di sana, nanti kalau sudah siap Kita lepaskan di Cagar Alam Jantho,” kata Sapto Aji menjawab KBR, Senin (18/9).

Ia menambahkan, sejumlah dokter dan ahli hewan dilibatkan dalam proses rehabilitasi satwa liar tersebut.

”Kata pemiliknya Pak Anton yang merupakan Komandan Kompi (Danki) Brimob di sana, bayi orang utan ini diperoleh ketika menggelar razia. Pada saat itu ada dua pemuda menggunakan sepeda motor   membuang karung beras di jalan raya yang Kami duga adalah narkoba, tapi pas dibuka ternyata si mungil langka itu,” tutur Sapto menirukan Anton.

Ia melanjutkan, selama dipelihara 3 bulan di Kompi Brimob menjadi tontonan anak-anak di Komplek Perumahan Kompi setempat. Selanjutnya, dilaporkan ke pihak BKSDA untuk dievakuasi ke tempat yang aman.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi