Awas Asap Rokok Awet Menempel di Perabotan

anak-anak dan balita termasuk paling berisiko  menghadapi paparan asap rokok sekunder (perokok pasif) atau asap rokok tersier (third hand smoke)

Senin, 18 Sep 2017 11:40 WIB

ilustrasi: https://pixabay.com/p-110849

Sisa rokok tamu atau penghuni rumah, tak akan lenyap begitu saja setelah asapnya di udara hilang. Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, DR. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P(K) menjelaskan sisa asap yang merupakan residu akan menempel pada perabot, baju, hingga tembok, selama bertahun-tahun. Ini dinamakan asap rokok tersier atau third hand smoke

“Terutama paling awet di sofa, atau bahan-bahan dari kain,” tambah dr. Agus. Ada sebuah penelitian, kata Agus  yang memperlihatkan warna tembok yang kena asap rokok dan tidak berbeda. “Residu itu mengandung bahan-bahan seperti nikotin dan juga bahan-bahan toxic dan berbahaya lainnya, yang apabila terhirup oleh orang dalam jangka waktu tertentu bahkan jangka lama bisa mempengaruhi fungsi-fungsi saluran nafas”, tegas dokter Agus. 

National Geographic menuliskan asap rokok dapat diserap ke semua permukaan yang berpori. Zat beracun dari asap rokok itu kemudian akan menetap lama di semua perabot rumah tangga yang terkontaminasi.

Bahaya third hand smoke, belum lama ini, dialami Hafiz putra bungsu Fitria Indah Lestari di Tangerang.  Hafiz meninggal akibat pnenumonia dua hari setelah Aqiqah. Ada bau rokok yang ditemukan dokter di bajunya. Dr Agus menyebut  anak-anak dan balita termasuk paling berisiko  menghadapi paparan asap rokok sekunder (perokok pasif) atau asap rokok tersier (third hand smoke).

“Pada populasi ini, sistem pernafasannya, fungsi paru-parunya, sistem kekebalan tubuhnya masih dalam proses berkembang dan pertumbuhan, semua organ lainnya masih dalam perkembangan dan fungsinya belum maksimal”, jelas dokter Agus.

Editor: Paul M Nuh & Arin Swandari 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi