Sejumlah warga menunggu panggilan untuk ikut dalam program Tax Amnesty di Kantor Dirjen Pajak, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (24/9). (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan semakin gencar meyakinkan para pemilik dana di luar negeri agar bersedia mengembalikan asetnya ke Indonesia melalui program pengampunan pajak atau tax amnesty. Pasalnya, kata dia, saat ini periode pertama tax amnesty yang menawarkan tebusan rendah hampir rampung, tetapi penerimaan negara masih kecil.

Sri mengatakan, dia akan meyakinkan pengusaha bahwa aktivitas ekonomi dalam negeri merupakan pilihan yang baik dan rasional.

"Kami berusaha menyakinkan bahwa menaruh uang di Indonesia dan meningkatkan aktivitas ekonomi di Indonesia itu pilihan yang baik dan rasional, untuk periode kedua karena perbedaan tarifnya nyata. Pilihan itu akan terlihat lebih nyata bagi pembayar pajak, jika kombinasi kebijakan dan tarif sendiri lebih melebar perbedaannya, dan di satu sisi kita akan memperbaiki pondasi ekonomi kita sehingga mereka memiliki rasa percaya dan optimisme yang akan membawa harta kembali ke dalam negeri," kata Sri di Gedung DPR, Kamis (29/09/16).

Sri mengatakan, kementeriannya memang perkiraan lonjakan peserta tax amnesty memang terjadi pada akhir periode pertama program, yakni akhir september 2016. Direktorat Jenderal Pajak juga sudah berupaya menambah layanan tax amnesty untuk semua wajib pajak di seluruh Indonesia, dari yang sebelumnya hanya di kantor pusat Ditjen Pajak, ditambah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Madya di Jalan Ridwan Rais, KPP Wajib Pajak Besar di Jalan Sudirman, dan KPP Penanaman Modal Asing di Jalan Taman Makam Pahlawan Kalibata. Meski begitu, penerimaan negara dari tax amnesty masih saja rendah.

Padahal, Sri berujar, komitmen kalangan pengusaha mengikuti tax amnesty sudah bagus. Dia mencontohkannya dengan kelompok pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dan beberapa pengusaha besar lainnya. Adapun mengusaha lainnya, kata Sri, akan terus coba diyakinkan agar mendeklarasi atau merepatriasi hartanya.

Sri menyebutkan, beberapa hari belakangan ini, dana yang direpatriasi dan penerimaan negara sudah meningkat tajam. Dia menyebutkan, hingga kemarin harta yang dideklarasikan senilai Rp 2,79 kuadriliun, sebanyak Rp 120 triliun di antaranya sudah direpatriasi. Adapun tarif tebusan berdasarkan surat setoran pajak, yang menjadi penerimaan negara senilai Rp 89  triliun.


Editor: Rony Sitanggang


 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!