Tak Terima Vonis Hakim, Orang Tua YY Sempat Mengamuk

Satu terdakwa dihukum mati, sedang 4 lainnya dihukum 20 tahun penjara.

Kamis, 29 Sep 2016 19:39 WIB

Yakin (36) saat dibawa satuan pengamanan sidang (Foto: Muhamad antoni/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Rejang Lebong– Orang tua YY, siswi 14 tahun yang diperkosa dan dibunuh di Bengkulu, meminta empat terdakwa lainnya dihukum kebiri. Dari lima terdakwa, satu diantaranya dihukum mati sedangkan 4 lainnya dihukum 20 tahun penjara.

Orang tua YY, Yana (34) merasa tak adil dengan hukuman yang diterima keempat terdakwa tersebut dan meminta hakim memperberatnya. Karena merasa tak adil itu, Yana, bersama suaminya, Yakin (36), sempat mengamuk dihadapan majelis hakim. Mereka pun dibawa pihak keamanan ke luar sidang.

Kuasa Hukum Terdakwa Pikir-pikir

Di lain sisi, kuasa hukum Bahrul Fuadi menyatakan masih akan mempertimbangkan untuk mengajukan banding keputusan hakim Pengadilan Negeri Curup hari ini. Sebelumnya, Pengadilan Negeri Curup di Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu menghukum Zainal alias Bos, dengan hukuman mati. Kata Bahrul, timnya juga akan berdiskusi dengan orang tua kliennya.

"Terkait dengan putusan hakim kami dari tim penasehat hukum akan berkonsultasi dengan pihak keluarga termasuk dengan para terdakwa itu sendiri, apakah akan mengajukan upaya hukum atau tidak yang pasti kami punya waktu tujuh hari untuk pikir-pikir," jelas Bahrul Fuadi kepada awak media Kamis, (29/09/2016).

Vonis yang diterima para terdakwa itu sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Karena itu, jaksa menerima keputusan hakim PN Curup. 

Baca:

PN Curup sebelumnya juga telah memvonis 7 pelaku lainnya yang masih dibawah umur. Mereka divonis 10 tahun penjara.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

RKUHP, Koalisi Kebebasan Pers Sangsi Audiensi dengan DPR Bawa Perubahan

  • BMKG : Kemarau di Aceh Berlanjut Hingga Maret
  • Israel Beli Minyak Ke ISIS
  • TC Tahap Dua TImnas, Milla Tak Panggil Evan Dan Ilham

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.