Susi Ungkap Modus Baru Pencurian Ikan

"Ada beberapa yang iming-imingi uang untuk membuat kapal baru, dengan orang lokal yang dipinjam namanya dikasih saham 5 persen,"

Selasa, 27 Sep 2016 21:04 WIB

Ilustrasi: Nelayan Aceh (Foto: KBR/ Erwin J.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperingatkan nelayan di Pantura agar tidak menjual kapalnya kepada perusahaan asing.

Kata dia, ada indikasi perusahaan asing membeli kapal-kapal termasuk Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) kapal tersebut. Kapal-kapal itu akan digunakan perusahaan asing untuk mengambil ikan di Indonesia secara sembunyi-sembunyi.

Susi mengatakan perusahaan asing menggunakan berbagai modus untuk membujuk nelayan.

"Dan bahkan ada beberapa yang iming-imingi uang untuk membuat kapal baru, dengan orang lokal yang dipinjam namanya dikasih saham 5 persen," jelasnya dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (27/9/2016) sore.

"Jadi jangan sampai kesempatan kita dalam naiknya jumlah ikan, yang menikmatinya bukan kita lagi," tambahnya lagi.

Susi menyatakan, wilayah Pantura yang dibidik perusahaan asing antara lain Juwana Pati dan Rembang. Perusahaan itu mencari kapal-kapal besar dengan ukuran 30 GT ke atas.

Kata dia, perusahaan asing itu mengincar SIPI terbitan lama. Sebab, SIPI lama tinggal diperpanjang ketika habis masa berlakunya. Saat ini ada 8900 SIPI di Indonesia. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.