Selesaikan Rusuh Perda Gowa, Kemendagri Kirim Dirjen

"Sebelumnya Kemendagri sudah menerima kelompok adat se-Sulawesi dan Gowa. Kami juga sudah menerima keturunan Raja Gowa sendiri. "

Senin, 26 Sep 2016 19:33 WIB

Sekelompok orang penolak perda membakar kantor DPRD Gowa, Sulsel. Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api Senin (26/9). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah sudah pernah berusaha menengahi konflik antara Kesultanan Gowa dengan Pemerintah Kabupaten Gowa. Saat itu mereka membahas soal peraturan daerah terkait Lembaga Adat Daerah.

Namun belum tuntas hasil evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kerusuhan sudah terjadi.

"Sebelumnya Kemendagri sudah menerima kelompok adat se-Sulawesi dan Gowa. Kami juga sudah menerima keturunan Raja Gowa sendiri. Kami sudah menerima laporan dari Saudara Bupati. Yang intinya ada penafsiran yang menurut Bupati itu benar, menurut adat masyarakat Kerajaan Gowa itu tidak benar," kata Tjahjo ditemui di DPR, Senin(26/9).

Siang tadi, massa membakar kantor DPRD Gowa saat berdemonstrasi. Mereka menolak Peraturan Daeran (Perda) soal Lembaga Adat Daerah (LAD). Peraturan itu mengatur fungsi Sombyya (Raja) dijalankan oleh Bupati Gowa Adnan Purichta Yasin Limpo.

Tjahjo sangat menyayangkan kejadian ini. Menurut dia, di daerah lain kejadian yang sama bisa tidak terjadi. Pemerintah daerah dan kaum adat, ujarnya, semestinya bisa berdampingan.

Terkait kejadian ini, Tjahjo mengatakan masih akan menunggu sikap pemerintah provinsi. Pemerintah pusat belum akan memgambil alih evaluasi perda tersebut. Saat ini, dia sudah memerintahkan dirjen terkait untuk turun langsung dan mendalami situasi yang terjadi.

"Hierarkinya karena itu perda kabupaten kota kami harus menunggu dulu. Jadi enggak bisa langsung intervensi."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Puasa kali ini bertepatan dengan masa kampanye pilkada 2018