Pembokaran permukiman Bukit Duri, Jakarta Selatan. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan petugas dinas kebersihan DKI Jakarta melanjutkan pembongkaran sisa bangunan di lokasi penggusuran permukiman warga di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Sejumlah alat berat juga digunakan untuk  membersihkan.

Sisa reruntuhan bangunan akibat penggusuran yang dilakukan sejak kemarin terlihat masih berserakan hingga menutupi akses jalan menuju lokasi penggusuran. Di lokasi penggusuran juga masih terlihat puluhan aparat kepolisian yang masih berjaga-jaga.

Pendamping Warga Bukit Duri sekaligus Koordinator LSM Ciliwung Merdeka, Sandiawan Sumardi mengatakan, 100 warga yang mewakili 150  keluarga Bukit Duri masih bertahan di sekitar lokasi penggusuran.

Kata dia, 100 warga tersebut adalah penggugat terkait masalah tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan tergugat Pemerintah Provinsi DKI, Pemkot Jakarta Selatan dan Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBSCC).

Dia menambahkan, 100 orang warga tersebut menolak untuk direlokasi ke rusun mana pun. Semalam, sebagian warga tersebut terpaksa menginap di rumah warga sekitar yang tidak terkena penggusuran. Sebagian lagi kata dia, mereka menginap di kesekertariatan LSM Ciliwung Merdeka   tidak jauh dari lokasi penggusuran.

Menurut dia, perwakilan warga  khawatir penggusuran akan menghilangkan barang bukti untuk gugatan mereka yang sedang berlangsung di Pengadilan Jakarta Pusat dan Pengadilan Tata Usaha Negara. Karena itu, menurut dia penggusuran ini bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Dia menjelaskan, warga Bukit Duri melakukan dua gugatan. Pertama gugatan class action pembatalan penataan kali ciliwung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang sudah sembilan kali menggelar sidang. Kedua, gugatan ke pengadilan tata usaha negara untuk membatalkan surat perintah bongkar yang dikeluarkan oleh Satpol PP Jakarta Selatan.

Sebelumnya, kemarin Lebih dari 750 aparat gabungan kepolisian, TNI dan Satpol PP dikerahkan pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam penggusuran warga Bukit Duri,  kecamatan Tebet, Jakarta selatan.

Mereka disiapkan untuk mengawal penggusuran kawasan permukiman padat seluas 1,7 hektare, yaitu RW 09, 10, 11 dan 12, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Di atas lahan tersebut berdiri sekitar 320 bangunan dan ditempati oleh 384 keluarga. Kedatangan ini didahului dengan provokasi verbal yang dilakukan aparat kepada warga sejak malam sebelumnya.

Menyambut masuknya alat berat, warga Bukit Duri memilih melawan aparat dan Pemprov DKI Jakarta dengan dengan melakukan pembagian bunga sambil menyanyi sejak pukul 08.00 WIB pagi.

Editor: Rony Sitanggang  
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!