Rusuh Perda Lembaga Adat Gowa, Polisi Tangkap 3 Orang

"Belum disimpulkan keterlibatan tiga orang yang diamankan ini. Oleh karena itu masih terus berjalan penyidikannya,"

Selasa, 27 Sep 2016 16:53 WIB

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api saat kebakaran di kantor DPRD Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (26/9). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Kepolisian Sulawesi Selatan menangkap tiga orang yang diduga terkait dalam pembakaran kantor DPRD Gowa. Juru Bicara Polri, Boy Rafli Amar mengatakan, ketiga orang tersebut masih diperiksa secara intensif.

"Sedang ada pemeriksaan, informasinya ada tiga orang yang saat ini masih diperiksa. Belum disimpulkan keterlibatan tiga orang yang diamankan ini. Oleh karena itu masih terus berjalan penyidikannya," kata Boy di Mabes Polri, Selasa (27/09/16).

Selain itu, Boy mengatakan, polisi juga sudah mengantongi beberapa nama yang diduga sebagai otak kerusuhan itu. Polisi masih mencari keberadaan orang-orang tersebut. Boy mengimbau para pelaku segera menyerahkan diri sebelum dilakukan upaya paksa.

"Beberapa yang diidentifikasi provokator sudah diketahui polisi," ujar Boy.

Polisi telah memeriksa enam saksi dari warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut. Boy mengatakan, pengidentifikaskan pelaku pembakaran dibantu dengan rekaman CCTV di kantor DPRD. Lebih dari lima orang tertangkap kamera CCTV tengah membakar kantor.

"Hingga saat ini belum diketahui motif pelaku pembakaran," tambahnya.

Boy menduga ada kelompok lain yang memanfatkan aksi unjuk rasa oleh Pasukan Kerajaan Gowa. Kerusuhan dipicu setelah ada lemparan batu yang bersumber dari dalam kantor DPRD. Kemudian pasukan kerajaan langsung mengamuk dan menyerang masuk ke dalam kantor.

Kerusuhan yang terjadi kemarin, Senin (26/09/16), diduga buntut dari kisruh kerajaan Gowa setelah pemerintah daerah setempat mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Lembaga Adat Daerah (LAD) soal kedudukan raja Gowa. Perda tersebut mengatur bahwa Bupati menggantikan kedudukan raja Gowa meskipun ia tidak memiliki garis keturunan raja.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

Polisi Dalami Keterlibatan Aman Abdurahmman di Kasus Bom Thamrin

  • Kemenlu Kecam Serangan di Barca
  • Permudah Akses Jemaah Haji, Arab Saudi Buka Pintu Perbatasan dengan Qatar
  • Juve Tolak Tawaran Chelsea untuk Sandro

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR