Ilustrasi aksi buruh. Foto: Istimewa


KBR, Jakarta- Sekitar 20 ribu buruh dari berbagai daerah bakal mengepung Jakarta hari ini. Mereka menuntut pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 terkait Pengupahan dan menolak Undang-undang Tax Amnesty atau pengampunan pajak.

Menurut juru bicara Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar menjelaskan,  aksi akan digelar mulai dari Purwakarta, Cawang, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, dan sebagian Serang. Mereka akan berkumpul di Parkiran Irti Monumen Nasional, dan melanjutkan aksinya ke berbagai tempat.


"Sekitar jam 11:00 kami akan bergerak menuju Gedung Mahkamah Konstitusi. Di situ kita akan menyampaikan soal penolakan terkait Undang-undang Tax Amnesty. Setelah dari situ, kami akan bergerak ke istana negara. Tuntutannya adalah mencabut PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Kemudian kami juga menolak upah murah, dan kami menuntut kenaikan upah tahun 2017 sebesar 650 ribu," katanya.

Baca: Ribuan Buruh Jabotabek Turun, Dukung Aksi Petani

Selain itu, aksi buruh juga akan dilaksanakan di depan Gedung Mahkamah Agung dan KPK. Elemen buruh menuntut agar Mahkamah Agung mempercepat proses uji materi terhadap PP 78.

Lebih lanjut, juru bicara KSPI Kahar menyebutkan, Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan Nomor 78 Tahun 2015 dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 13 tentang Ketenagakerjaan.

"Karena memang penetapan upah minimum itu berdasarkan kebutuhan hidup rakyat, bukan soal yang diusung PP 78 berdasarkan pekerjaan ditambah upah nasional ditambah pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Sementara mengenai penolakan upah murah, ia menjelaskan saat ini masih ada buruh padat karya yang menerima upah di bawah upah minimum. Sedangkan mengenai Undang-undang Amnesti Pajak, mereka menilai undang-undang tersebut justru mengampuni para pengusaha maupun orang-orang yang selama ini menaruh uangnya di luar negeri dan tidak membayar pajak.

"Selama ini ternyata pajak yang masuk itu terbesar dari buruh dan APBN. Selama ini buruh taat bayar pajak dipotong perusahaan kemudian ada pihak-pihak yang selama ini tidak bayar dikemplang kemudian dianggap seolah sebagai pahlawan," pungkasnya.

Rekayasa Arus Lalu-lintas:
Terkait dengan aksi buruh di beberapa titik di Jakarta, Kepolisian wilayah Jakarta mengantisipasinya dengan menyiagakan sekitar lima ribuan lebih personelnya. Selain itu, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Jakarta juga bakal melakukan rekayasa arus lalu lintas terkait dengan aksi buruh, hari ini. Berikut pengalihan arus lalu lintas yang dilakukan Ditlantas Polda Metro, yang dirangkum dari akun twitter resminya:

1. Bundaran Hotel Indonesia
- Arah Jalan Jenderal Sudirman: Jalan Teluk Betung-Jalan Kebon Kacang/Dukuh Atas-Jalan Kendal.
- Arah Jalan Jenderal Sudirman: Dukuh Atas-Tanah Abang Jalan Galunggung.
- Arah Patung Kuda: Jalan Wahid Hasyim-Jalan A. Salim.
- Arah Patung Kuda: Jalan Sabang-Jalan Sutan Sahrir.

2. Istana Negara
-Arah Jalan MH Thamrin ke arah Harmoni:
a. Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Abdul Muis-Jalan Majapahit-Jalan Gajah Mada.
b. Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara-Jalan Veteran 1-Jalan Veteran.

-Dari arah Harmoni atau Jalan Hayam Wuruk:
a. Jalan Juanda-Jalan Pos-Jalan Gedung Kesenian-Jalan Lapangan Banteng Utara-Jalan Lapangan Banteng Barat-Jalan Pejambon-Jalan R Rais.
b. Jalan S. Pranoto-Jalan Balik Papan Raya-Jalan Cideng Timur.
c. Jalan Majapahit-Jalan A Muis-Jalan Budi Kemuliaan/Jalan Kebon Sirih.

-Arah Stasiun Kota ke Harmoni :
a. Ke kiri lampu lalu lintas Olimo-Mangga Besar-Gunung Sahari-Jalan W. Pranoto-Pecenongan-Jalan Samanhudi.
b. Ke kanan diarahkan melalui Jalan Zainul Arifin.

3. Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto arah barat
-Arah Semanggi: Semanggi-Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Gelora-Jalan Gelora 1/Jalan Palmerah Utara.
-Arah Jalan Sisinga Mangaraja/Jalan Jenderal Sudirman:
Jalan AA/Jalan Pintu 1 Senayan-Jalan AA-Jalan Gelora-Jalan Gelora 1/Jalan Palmerah Utara.
-Arah Jalan S. Parman: Jalan Pejompongan-Jalan Penjernihan/Jalan Gelora 1.

Editor: Sasmito
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!