Pegawai PT Pos Indonesia menunjukkan perangko seri satelit terbaru, terbitan 2016, di Kantor Pos Besar Bandung, Jawa Barat. (Foto: Arie Nugraha)



KBR, Bandung
- PT Pos Indonesia menerbitkan perangko seri satelit sebanyak 200 ribu set pada hari pertama, bertepatan dengan Hari Bakti Postel yang jatuh tanggal 27 September 2016.

Selain perangko seri satelit, PT Pos Indonesia juga meluncurkan 12 ribu lembar souvenir set (SS) dan 3.000 sampul hari pertama (SHP), dan diluncurkan pula pada hari pertama.

Manajer Unit Filateli Kantor Pos Besar Kota Bandung, Rian Syahariani mengatakan seluruh perangko, souvenir set dan sampul hari pertama telah disebar ke seluruh kantor pos di Indonesia.

"Alokasi buat Kantor Pos Bandung sebanyak 9.000 lembar untuk filateli set, souvenir set 2.000 lembar dan sampul hari pertama 500 set," kata Rian kepada KBR, di Kantor Pos Besar Bandung, Kamis (29/9/2016).

Manajer Unit Filateli Kantor Pos Besar Kota Bandung, Rian Syahariani mengatakan alokasi benda pos seri satelit ini dianggap mencukupi bagi pelanggan deposit baik di dalam maupun luar negeri, termasuk pelanggan yang memesan melalui ritel, e-commerce dan situs resmi unit filateli.

Jika pemesanan ataupun pembelian benda pos seri satelit terhalang stok yang tidak mencukupi, pelanggan kantor pos daerah dapat meminta tambahan ke kantor pusat PT Pos Indonesia.

"Penjualan hari pertama (27/9) transaksinya mencapai Rp3,5 juta untuk seri satelit. Sebagian besar dibeli oleh para filatelis dan komunitas," kata Rian.

Harga untuk benda pos seri satelit sebesar Rp24 ribu untul full set perangko, souvenir set seri satelit seharga Rp10 ribu dan sampul hari pertama satelit Rp30 ribu.

PT Pos Indonesia sudah beberapa kali meluncurkan perangko seri satelit. Diantaranya seri Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) pada 1969, seri peluncuran satelit komunikasi domestik Palapa I (1976), seri peluncuran satelit Palapa B (1983), seri peluncuran satelit Palapa B2 Pengganti (1987), seri peluncuran satelit Palapa B4 (1992), seri peluncuran satelit Palapa C (1996) dan seri peluncuran satelit LAPAN-Tubsat (2011).

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!