Peras Bandar, Eks Dirnarkoba Polda Bali Dibawa ke Jakarta

"Kemudian tadi saya menerima surat dari Mabes bahwa Kombes Franky dan satu Kasub Dit di satuan narkoba Polda Bali dipanggil ke Jakarta untuk klarifikasi"

Jumat, 23 Sep 2016 18:09 WIB

Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, Kombes Pol Franky Haryanto (tengah) menjelaskan kronologis penangkapan pengedar narkoba saat konferensi pers di Mapolda Bali, Denpasar, Senin (30/5/2016). (Foto: A

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Bali-
Bekas  Direktur Narkoba Kepolisian Bali diterbangkan ke Jakarta. Franky Haryanto dibawa ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan marathon terkait pemerasan terhadap tersangka narkoba.

Kapolda Bali Sugeng Priyanto mengatakan sudah mengeluarkan surat perintah Dir Narkoba untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada Kabid Hukum Polda Bali I Gusti Kade Budhi Harryarsana. Kata dia, ini dalam rangka memudahkan jalannya pemeriksaan.

"Kemudian tadi saya menerima surat dari Mabes bahwa Kombes Franky dan satu Kasub Dit di satuan narkoba Polda Bali dipanggil ke Jakarta untuk klarifikasi. Panggilannya besok mungkin hari ini terbang, statusnya masih terperiksa oleh Propam Mabes," ujarnya.

Dua orang pemeriksa internal Mabes Polri memeriksa Franky Haryanto terkait dugaan  terlibat dalam kasus pemotongan anggaran DIPA 2016 dengan barang bukti uang senilai 50 juta di brangkas bendahara satuan.

Franky juga disangka memeras  tujuh kasus narkoba yang nilainya di bawah 0,5 gram dan meminta uang 100 juta kepada pengedar narkoba tersebut. Selain itu   satu kasus narkoba WNA Belanda dimintai satu buah mobil fortuner tahun 2016.

Tim dari mabes Polri memeriksa sebanyak 15 saksi di satuan Dir Narkoba Polda Bali  terkait kasus itu. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.