Foto udara banjir bandang Garut/ Foto: Antara


KBR, Garut- Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat memperpanjang masa tanggap darurat banjir bandang yang berakhir hari ini. Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman beralasan, masih ada belasan korban yang belum ditemukan hingga saat ini.


“Tadi masih ada perdebatan dalam rapat, tapi kecenderungan kami akan memperpanjang tanggap darurat selama 14 hari,” ujar Helmi Budiman, di Makodim 0611 Garut, Senin malam, 26 September 2016.

Selain itu, kata dia, fasilitas vital milik pemerintah juga belum diperbaiki, seperti sekolah dan rumah sakit. Sejumlah peralatan kegiatan belajar siswa seperti perpustakaan dan mebeler masih dalam kondisi rusak. Sementara untuk rumah sakit belum dapat beroperasi sepenuhnya karena alat kesehatan masih dalam perbaikan.

Tak hanya itu masyarakat yang terkena dampak banjir masih dalam identifikasi. Pemerintah masih harus melakukan validasi data dengan mengecek langsung setiap korban banjir dengan kondisi lapangan.

“Pekerjaan yang belum diselesaikan masih cukup banyak,” ujar Helmi.

Baca: Banjir Garut, Kapolri Perintahkan Usut Penyebab

Helmi mengaku pemerintah juga masih harus menyiapkan tempat hunian sementara permanen bagi para pengungsi. Saat ini masih banyak pengungsi yang belum terpusat di satu titik bahakan ada di antara mereka yang masih tinggal di sekitar lokasi bencana. Jumlah korban yang terdata sementara mencapai 453 keluarga.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Willem Rampangelei, menyatakan, perpanjangan masa tanggap darurat ini akan memudahkan pemerintah daerah dalam penanganan pasca bencana. Kemudahan itu diantaranya dalam kebutuhan anggaran. Pemerintah daerah dapat menggunakan anggaran pemerintah pusat melalui BNPB.

Dana itu di antaranya untuk membiayai kebutuhan operasional selama masa tanggap darurat. Pada tahap pertama, BNPB telah menyalurkan dana sebesar Rp400 juta untuk kebutuhan tanggap darurat Garut.

“Pada tahap dua ini, kita belum bisa memastikan angkanya berapa tergantung pengajuan kebutuhan dari daerah,” ujarnya.

Setelah masa tanggap darurat, lanjut Willem, pemerintah juga harus segera melakukan rehabilitasi dan rekontruksi. Rehabilitasi yang perlu dilakukan di antaranya perbaikan sekolah rusak dan perbaikan serta pengadaan alat kesehatan. Selain itu, pemerintah juga perlu membangun tempat hunian tetap korban banjir.  

Banjir bandang yang menerjang Garut pada pekan kemarin itu menewaskan 34 orang orang. Sementara hingga hari ini, korban yang masih dalam pencarian mencapai 19 orang. Pencarian korban ini dilakukan hingga ke Waduk Jati Gede, Sumedang.

Editor: Sasmito 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!