Longsor Banjarnegara, Satu Orang Tewas

Longsor dipicu hujan deras yang terjadi pada Sabtu (24/9) siang hingga malam.

Minggu, 25 Sep 2016 17:43 WIB

Pencarian korban longsor di Banjarnegara. Foto: BNPB

KBR, Banjarnegara- Satu orang bernama Nurhaidin (21) tewas akibat tertimbun tanah longsor di Dusun Tambaksari RT 05/RW 05, Desa Sidengok, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, longsor dipicu hujan deras yang terjadi pada Sabtu (24/9) siang hingga malam. 

"Longsor mengakibatkan 9 orang terdampak, tapi 1 yang meninggal. Upaya yang dilakukan? pencarian sudah selesai, hanya mengungsikan korban ke tempat yang aman itu saja," jelas Sutopo saat dihubungi KBR, Minggu (25 September 2016).

"Tiba-tiba tanah tebing setinggi 15 m lebar 40 m di atas rumah longsor menimbun rumah dan korban tersebut."

Sutopo menambahkan longsor terjadi pada pukul 07.00 WIB dan menimpa Nurhaidin yang sedang membetulkan saluran air di belakang rumahnya.  Sementara 8 orang lainnya yang terdampak adalah Sugianto (57), Khotifah (50), Slamet Parno (35), Fitriyah (25), Saminem (32), Rohyatun (13), Usman (5) dan Agus (37).

Wilayah Banjarnegara yang pernah dilanda longsor yaitu Desa Clapar Kecamatan Madukara. Bahkan, pada Maret lalu, wilayah terdampak longsor mencapai area seluas lima hektar. Dilaporkan 34 rumah mengalami kerusakan sedang dan berat. Sementara, 237 orang diungsikan.

Longsor juga merusak perkebunan salak warga dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp28,6 miliar. Untuk menangani longsor saat itu, pemerintah setempat membuat hunian tetap bagi korban terdampak longsor yang berlokasi Dusun Kandri desa yang sama. 

Baca juga: Titik Pencarian Korban Banjir Garut, Diperluas


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Paripurna DPR Terima Laporan Pansus Angket KPK, Tiga Fraksi Walk Out

  • Tol Banten-Banyuwangi Ditargetkan Terkoneksi Pada 2019
  • Menhan Baru Terima Laporan Pengadaan 500 Senjata dari BIN
  • Dugaan Pidana Kasus Debora, Polda Metro Jaya Tunggu Keterangan Saksi Ahli