Kepala BNPB: Perlu Segera Rehab-Rekon Pasca Banjir Garut

Rekomendasi itu disampaikan dalam rapat evaluasi penanganan banjir bandang yang di gelar di Makodim 0611 Garut, Senin (26/9/2016) malam tadi.

Selasa, 27 Sep 2016 09:37 WIB

Gambaran rumah rusak terkena banjir bandang di Lapangparis, Tarogong Kidul, Garut (24/9/2016). (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana merekomendasikan perpanjangan masa tanggap darurat bencana banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Tanggap darurat tahap pertama akan berakhir hari ini Selasa, 27 September 2016.

Rekomendasi itu disampaikan dalam rapat evaluasi penanganan banjir bandang yang di gelar di Makodim 0611 Garut, Senin (26/9/2016) malam tadi.

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulanagn Becana (BNPB), Willem Rampangilei, alasannya karena masih banyak persoalan di lapangan yang belum diselesaikan. Salah satunya pencarian korban hilang yang mencapai 19 orang.

"Pertimbangan BNPB, tanggap darurat perlu diperpanjang karena pencarian Korban belum selesai. Sekolah perlu perbaikan, begitu juga dengan Rumah Sakit. Namun pengambilan keputusan ada di tangan Pemda. Anggaran untuk tanggap darurat ada di pemerintah pusat," ujarnya.

Baca: BNPB Usulkan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Banjir Garut

Kepala BNPB Willem Rampangilei, menyatakan pada tahap pertama, BNPB telah menyalurkan dana sebesar Rp 400 juta untuk kebutuhan tanggap darurat Garut.

Setelah masa tanggap darurat selesai, lanjut Willem, pemerintah juga harus segera melakukan rehabilitasi dan rekontruksi.

Rehabilitasi yang perlu dilakukan diantaranya perbaikan sekolah rusak dan perbaikan serta pengadaan alat kesehatan. Selain itu, pemerintah juga perlu membangunkan tempat hunian tetap korban banjir.  

Banjir bandang yang menerjang Garut pada pekan kemarin itu menewaskan 34 orang orang. Sementara hingga hari ini, korban yang masih dalam pencarian mencapai 19 orang. Pencarian korban ini dilakukan hingga ke Waduk Jati Gede, Sumedang.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan