Kapolri Perintahkan Kapolda Metro Bersiap Hadapi Pilkada

Menurut Tito Karnavian, Jakarta akan menjadi barometer penyelenggaraan pilkada bagi seluruh Indonesia

Jumat, 23 Sep 2016 11:56 WIB

Kapolri Tito Karnavian. Foto ANTARA



KBR, Jakarta - Kepala Kepolisian Indonesia, Tito Karnavian melantik Kapolda Metro Jaya, Mochamad Iriawan dan Rio Djaya sebagai Kapolda Aceh. Iriawan menggantikan Moechgiyarto, sedangkan Rio meneruskan kepemimpinan Husein Hamidi. Tito menginstruksikan agar keduanya fokus menjaga pelaksanaan Pilkada Februari 2017 mendatang.

"Jangan gunakan cara-cara menghalalkan segala cara. Termasuk kekerasan dan lain-lain. Tidak perlu juga ada isu-isu yang black campaign, seperti masalah suku, agama, ras dan lain-lain. Kita semua sama, kita adalah masyarakat demokrasi, masyarakat egaliter. Siapapun memiliki kesempatan yang sama sebagai Wara Negara Indonesia, untuk mengajukan dirinya," ujar Tito di Rupatama Mabes Polri, Jumat (23/9).

Jenderal bintang empat tersebut memberi tugas khusus kepada Kapolda Metro Jaya. Menurut dia, Jakarta akan menjadi barometer penyelenggaraan pilkada bagi seluruh Indonesia. Jika pilkada di Jakarta bisa berlangsung tertib, menurutnya, daerah lain akan mengikuti. "Ada isu sensitif tidak usah dianggap. Lebih baik lihat calon berdasarkan kinerjanya," ujar Tito.

Selain melantik Kapolda Metro Jaya dan Aceh, Tito juga melantik Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian dan Bambang Sunarwibowo sebagai Asrena Kapolri. Bambang dianggap bisa membantu Kapolri mewujudkan reformasi di tubuh Bhayangkara.  (dmr)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Mendes Akui Sudah Tahu Soal WTP Sebelum Diumumkan

  • Polisi Dalami Keterlibatan Oknum Anggotanya yang Diduga Terima Suap dari Uber
  • Fraksi PDIP Ganti Posisi Masinton di Pansus KPK
  • Susi bagikan 690 paket alat tangkap ikan ramah lingkungan